Antisipasi Aksi Massa 22 Mei, Tim Gabungan TNI-Polri Lakukan Sweeping Di Stasiun Dan Pelabuhan

oleh -
oleh
blob:https://www.flickr.com/20e27da3-ee23-4891-a935-7fd59336a7c7
Menjelang penetapan hasil pemilu 22 Mei mendatang, tim gabungan TNI/Polri secara intensif menggelar sweeping di sejumlah tempat yang digunakan masyarakat untuk transit menuju ibu kota. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Jelang detik-detik penetapan hasil pemilu tanggal 22 Mei mendatang, tim gabungan TNI/Polri secara intensif menggelar sweeping di sejumlah tempat yang digunakan masyarakat untuk transit menuju ibu kota. Di antaranya stasiun kereta api dan pelabuhan  penyeberangan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Minggu (19/5/2019) malam.

Di pintu keluar ASDP dan LCM pelabuhan penyeberangan Ketapang, puluhan personel TNI/Polri disiagakan untuk memeriksa seluruh kendaraan dan penumpang yang baru keluar dari kapal feri dengan sasaran senjata tajam dan bahan peledak serta barang lainya yang dianggap berbahaya.

Satu persatu seluruh kendaraan pribadi, bus hingga travel diperiksa kelengkapan surat kendaraan beserta barang bawaan secara ketat. Selain itu pemeriksaan badan kepada seluruh penumpang yang ditengarai akan berangkat ke Jakarta juga tak luput dari pemeriksaan petugas.

pasang iklan_rev3

Dalam sweeping yang digelar hampir dua jam tersebut, petugas menemukan bus Lorena dengan nopol B 7116 PBA yang membawa 26 penumpang dari Nusa Tenggara Timur (NTT) akan Berangkat ke Jakarta. Namun saat petugas menanyai tujuan untuk apa berangkat ke Jakarta, mereka tidak mengetahui alias tidak jelas. Mereka hanya menunjukan surat keterangan kerja dari desa setempat untuk bekerja di Jakarta.

Baca juga:

Melihat ada gelagat yang mencurigakan, akhirnya mereka dibawa ke Mapolres Banyuwangi untuk dilakukan pendataan. Langkah tersebut dilakukan dalam rangka mengantisipasi pengerahan massa ke Jakarta untuk aksi yang akan digelar pada 22 Mei pada saat penetapan Capres dan Cawapres oleh KPU.

“Kami dari Resort Polres Banyuwangi bersama rekan-rekan TNI melaksanakan kegiatan Operasi Pekat 2019 tujuannya adalah mengantisipasi miras (minuman keras), sajam (senjata tajam) dan bahan peledak. Kegiatan ini tujuannya untuk penyekatan massa yang akan berangkat ke Jakarta ikut aksi bersama dengan penetapan Capres-Cawapres oleh KPU. Bagi siapapun yang akan berangkat ke Jakarta jangan sampai membawa senjata tajam maupun barang yang berbahaya,” ujar Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansah Zeinardi kepada wartawan di Pelabuhan Penyeberangan ASDP Ketapang.

Tim gabungan TNI/Polri memeriksa seluruh penumpang berikut barang bawaan dan bagasi kendaraan. (Foto: arahjatim.com/ful)

Selain menyasar senjata tajam dan bahan peledak, sweeping dilakukan terhadap masyarakat sebagai bentuk Operasi Pekat yang mungkin dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk menyelundupkan barang haram seperti narkoba dan miras tradisional sejenis arak untuk dibawa menuju Pulau Jawa.

“Penumpang kita periksa semua. Kita tanya mau kemana. Kalau mau ke Jakarta kita imbau agar berhati-hati. Kalau mereka akan melakukan aksi kita beri penjelasan agar tidak bertindak anarkis. Tadi 26 penumpang ditanya jawabannya gak jelas, pengakuannya berbeda-beda. Mangkanya kami bawa ke Polres untuk didata,” tambah Kapolres.

Selain di Pelabuhan Ketapang, sweeping juga dilakukan di sejumlah stasiun kereta api yang tersebar di Banyuwangi. Jajaran polsek yang wilayahnya ada stasiun kereta api diperintahkan untuk melakukan sweeping terhadap masyarakat yang akan berangkat ke Jakarta.

Baca juga:

Sebelumnya, untuk mengantisipasi masyarakat yang akan mengikuti aksi demo, pihak kepolisian bersama TNI juga telah menggelar pertemuan dengan tokoh agama dan pimpinan pondok pesantren se-Banyuwangi. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah secara persuasif masyarakat yang akan mengikuti aksi di Jakarta.

“Sudah kita lakukan dengan bertemu tokoh agama, pesantren dan pengajian agar berpikir untuk berangkat ke Jakarta. Apalagi sebentar lagi hari raya Idul Fitri,” pungkasnya.

Kegiatan sweeping akan terus dilakukan oleh tim gabungan TNI/Polri agar aksi yang direncanakan akan digelar di depan kantor KPU di Jakarta tidak anarkis dan tetap menjaga kondusivitas ibu kota negara. (ful)

No More Posts Available.

No more pages to load.