Aksi Protes di Kediri Berakhir Ricuh, Massa Bakar Gedung DPRD dan Rusak Mobil Polisi

oleh
oleh

Kediri, ArahJatim.com – Demonstrasi yang berlangsung di Kota Kediri pada Sabtu (30/8/2025) malam berakhir ricuh. Ribuan massa yang memprotes tindakan oknum polisi di Jakarta dalam kasus kematian driver ojek online, Affan Kurniawan, mengepung Mapolres Kediri Kota. Aksi anarkis ini menyebabkan beberapa kendaraan dinas polisi rusak parah, bahkan gedung DPRD Kota Kediri terbakar hingga 90%.

​Kronologi Kerusuhan

​Kerusuhan bermula saat massa yang didominasi pakaian hitam bergerak dari Taman Sekartaji menuju Mapolres. Setelah orasi singkat, demonstran melemparkan berbagai benda, termasuk bom molotov, ke arah Mapolres. Polisi merespons dengan menembakkan meriam air (water cannon) untuk membubarkan massa, tetapi situasi malah memanas.

​Massa kemudian bergeser ke utara dan merusak Kantor Metrologi. Aksi anarkis berlanjut di area Mapolres, di mana massa merusak dan membakar tiga motor dinas serta menggulingkan empat mobil polisi. Lemparan batu juga menyasar fasilitas SPKT. Kepulan asap hitam membubung dari area parkir, menandakan parahnya kerusakan. Situasi baru terkendali setelah polisi menembakkan gas air mata.

pasang iklan_rev3

​Kerusuhan Meluas ke Gedung DPRD

​Meskipun para orator mengimbau massa untuk pulang dan melanjutkan aksi keesokan harinya di gedung DPRD, sebagian massa tetap melanjutkan pergerakan ke utara. Mereka menuju gedung DPRD Kota Kediri di Jalan Mayor Bismo. Kerusuhan kembali pecah dan puncaknya, gedung DPRD tersebut dibakar hingga rusak parah.

​Aksi serupa ini terjadi di berbagai kota lain, seperti Jabodetabek, Surabaya, dan Malang, sebagai respons atas kematian Affan Kurniawan yang tewas tertindas kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi di Jakarta.

​Pernyataan Resmi

​Menanggapi kerusuhan ini, Komandan Kodim 0809/Kediri, Letkol Infanteri Ragil Jaka Utama, menyayangkan tindakan anarkis yang telah terjadi. “Selama ini Kota Kediri dikenal damai, aman, nyaman, dan sejahtera. Tidak boleh terjadi lagi aksi serupa. Harusnya malu sebagai warga Kota Kediri adanya aksi ini,” ujarnya.

​Ragil membenarkan adanya kerusakan fasilitas dan kendaraan di Mapolres, tetapi ia berharap insiden ini tidak terulang. Ia juga memastikan bahwa TNI dan Polri akan terus berupaya menjaga keamanan dan mengimbau massa untuk membubarkan diri. “Saat ini masyarakat sudah membubarkan diri, dan kita himbau terus TNI, Polri, memberikan himbauan kepada massa untuk pulang. Tidak usah bikin permasalahan lagi,” tegasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.