Nganjuk, ArahJatim.com – Kecerobohan dalam mengukur tinggi muatan kendaraan kembali memicu insiden di lintasan kereta api. Sebuah mobil travel jenis Elf nekat melintas hingga menghantam portal pembatas ketinggian (underpass) di wilayah Stasiun Nganjuk, Jawa Timur.
Peristiwa yang terjadi pada Senin dini hari tersebut langsung direspons cepat oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun. Meski tidak sampai mengganggu perjalanan kereta api, insiden ini menjadi alarm keras bagi para pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan angkutan barang dan angkutan penumpang berdimensi besar.
Detik-Detik Elf Hantam Portal BH 298 Nganjuk
Insiden tersebut berlangsung sekitar pukul 00.52 WIB. Kendaraan Elf yang melaju dari arah selatan diduga tidak memperhitungkan tinggi atap mobil dengan portal pembatas di underpass (BH 298) sisi selatan Stasiun Nganjuk. Benturan keras tak terhindarkan hingga membuat konstruksi portal mengalami kerusakan.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengonfirmasi bahwa akibat benturan tersebut, tim di lapangan harus melepas portal sementara waktu untuk penanganan perbaikan dan evaluasi teknis.
”Petugas langsung berkoordinasi dengan KAI Resor Jalan Rel 7.4 Nganjuk dan Resor Jembatan 7.1 Madiun demi memastikan infrastruktur jembatan kereta api tetap aman ditumpangi moda transportasi massal tersebut,” ujar Tohari.
Beruntung, pemeriksaan intensif menunjukkan struktur utama jembatan kereta api tidak mengalami pergeseran, sehingga perjalanan KA dari dan menuju Nganjuk tetap beroperasi normal.
Portal Pembatas Bukan Hiasan: Tameng Utama Jembatan KA
Banyak pengemudi yang menganggap portal pembatas ketinggian sekadar pelengkap jalanan bawah tanah. Padahal, fungsi alat ini sangat vital sebagai benteng pertahanan pertama jembatan kereta api dari risiko benturan kendaraan besar.
Tohari menegaskan, jika kendaraan berdimensi melebihi kapasitas menabrak struktur utama jembatan hingga bergeser atau retak, dampaknya bisa sangat fatal bagi keselamatan ratusan penumpang kereta api yang melintas di atasnya.
”Portal ini sengaja dipasang agar kendaraan yang melebihi muatan ‘tersaring’ di luar, bukan malah menabrak badan jembatan. Jika jembatan sampai rusak atau bergeser, risikonya adalah keselamatan perjalanan kereta api secara keseluruhan,” tegas Tohari.
KAI Imbau Pengemudi Disiplin: Keselamatan Adalah Tanggung Jawab Bersama
Menyikapi kejadian ini, KAI Daop 7 Madiun kembali melayangkan imbauan tegas kepada para sopir travel, truk, maupun armada angkutan barang. Pengemudi diminta untuk:
- Paham Dimensi Kendaraan: Selalu ukur tinggi total kendaraan termasuk muatan sebelum memulai perjalanan.
- Patuhi Rambu Lalu Lintas: Perhatikan papan petunjuk batas ketinggian maksimal yang terpasang sebelum jalan meliuk ke bawah jembatan.
- Jangan Nekat: Jika muatan terasa terlalu tinggi, cari rute alternatif dan jangan pernah memaksakan diri melintas.
Satu detik kelalaian di jalan raya tidak hanya merugikan diri sendiri dan armada yang dibawa, tetapi juga bisa mempertaruhkan nyawa ribuan orang pengakses moda transportasi kereta api.
”Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Mari utamakan kehati-hatian, karena kelalaian kecil di jalan bisa berdampak sangat besar bagi banyak orang,” tutup Tohari. (das)












