Kediri, ArahJatim.com – Ketegangan antara Trans Corp dan Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, masih berlanjut. Meskipun rombongan perwakilan dari Trans Corp dan Trans7 telah tiba di Lirboyo pada pukul 10.05 WIB untuk menyampaikan silaturahmi dan permohonan maaf, Rabu (15/10/2025). Pihak pondok menyarankan agar permintaan maaf dilakukan langsung oleh pimpinan tertinggi, Chairul Tanjung.
Rombongan Trans Corp, yang datang dengan empat mobil, disambut perwakilan pondok. Pertemuan tertutup itu berlangsung selama dua jam di Aula Yayasan Pondok Lirboyo, dengan dihadiri pula oleh Profesor M. Nuh.
Dari pihak Trans7, hadir Direktur Program Andi Chairil. Namun, kepada awak media, Andi Chairil enggan memberikan pernyataan, dengan alasan penjelasan akan diberikan oleh pihak pondok.
Sementara itu, perwakilan dari pihak pondok, Dzuriayah Pondok Pesantren Lirboyo, KH. Abdul Mu’id (Gus Mu’id), menjelaskan bahwa hasil pertemuan tersebut akan segera disampaikan kepada KH. Anwar Mansur.
Meski telah terjadi pertemuan langsung, pihak Pondok Pesantren Lirboyo menyayangkan permohonan maaf yang disampaikan tidak dilakukan oleh pucuk pimpinan tertinggi sekaligus pendiri Trans Corp, Chairul Tanjung. Pesan ini menguatkan desakan dari kalangan pesantren agar founding father perusahaan turun tangan langsung menyikapi polemik ini.
Pondok Pesantren Lirboyo dikenal memiliki ratusan ribu alumni dan santri yang tersebar di seluruh Indonesia. Dampak dari kasus ini telah memicu beberapa alumni untuk menggelar aksi damai di berbagai daerah sebagai bentuk dukungan dan protes atas tayangan yang diduga merugikan citra pesantren. Desakan agar pertanggungjawaban tertinggi diberikan semakin menguat seiring meluasnya reaksi dari keluarga besar santri. (das)










