Kediri, ArahJatim.com — Suasana penuh warna dan semangat gotong royong mewarnai Kirab dan Bersih Desa di Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota, Kota Kediri. Tradisi tahunan ini kembali digelar dengan meriah, menjadi wujud syukur masyarakat sekaligus upaya melestarikan budaya leluhur.
Ratusan warga tumpah ruah di sepanjang Jalan Singosari hingga Gang 2, rute kirab yang dimulai dari Kantor Kelurahan Dandangan dan berakhir di Balai Kelurahan Lama. Sejak pukul 14.00 WIB, peserta dari berbagai elemen—perangkat kelurahan, RT/RW, LPMK, hingga masyarakat umum, terlihat antusias mengenakan busana adat dan membawa berbagai hasil bumi serta atribut budaya.
Yang paling ditunggu-tunggu adalah Kirab Tumpeng Hasil Bumi, puncak acara yang menggambarkan rasa syukur warga atas rezeki dari tanah yang subur. Tumpeng tersebut didoakan oleh sesepuh sebelum akhirnya diperebutkan warga dalam tradisi ngalab berkah, yang diyakini membawa keselamatan dan keberuntungan.
“Berebut itu seru! Sayurannya nanti saya masak untuk keluarga. Semoga bisa menolak balak,” ujar Eni, salah satu warga, sambil tersenyum lebar usai mendapatkan seikat bayam dari tumpeng.
Tak hanya sekadar seremonial, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi antarwarga dan pengingat pentingnya menjaga kebersihan serta keharmonisan lingkungan.
Kepala Kelurahan Dandangan, Rudi Winarko, menyampaikan bahwa acara ini bukan hanya tradisi, tapi juga bentuk refleksi spiritual dan sosial masyarakat.
“Ini bentuk rasa syukur kami kepada Tuhan atas segala limpahan rezeki. Kegiatan ini juga menunjukkan semangat kebersamaan dan cinta pada tradisi yang masih hidup di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Kirab dan Bersih Desa Kelurahan Dandangan tahun ini sekali lagi membuktikan bahwa budaya bukan sekadar masa lalu yang dikenang, tapi juga masa kini yang dijalani bersama dengan penuh semangat dan kegembiraan. (das)










