Ketua Umum PJSI Jatim: Porprov Jadi Ajang Scout Talent Atlet Judo

oleh -
oleh

Malang, ArahJatim.com — Mencetak atlet berprestasi bukanlah proses instan. Dibutuhkan pembinaan yang berjenjang, konsisten, serta atlet-atlet yang memiliki semangat dan dedikasi tinggi dalam mengembangkan potensinya. 

Dalam konteks ini, ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025 menjadi salah satu wadah penting untuk menjaring bibit-bibit unggul, khususnya di cabang olahraga judo.

“Pelaksanaan cabor judo di Porprov Jatim, hingga hari kedua, alhamdulillah berjalan lancar. Kita secara aktif melakukan scouting talent, mencari atlet-atlet muda berbakat yang memiliki potensi besar di dunia judo. Hasil scouting ini nantinya akan kami laporkan langsung kepada Ketua Umum KONI Jatim,” ujar Dr. Yoyok Subagiono, SH, M.Si, Ketua Umum Pengprov PJSI Jatim, Jumat (27/6), di Islamic Center Kota Malang.

pasang iklan_rev3

Yoyok menjelaskan, para peraih medali emas di Porprov memiliki peluang besar untuk masuk dalam program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jawa Timur. Melalui pola pembinaan intensif, mereka akan dipersiapkan untuk berlaga di ajang bergengsi tingkat nasional, yakni PON 2028 di NTB dan NTT.

“Porprov Jatim tahun ini menjadi titik awal penting untuk menjaring atlet muda potensial yang akan kita proyeksikan ke level nasional. Ini bukan hanya soal medali, tapi tentang regenerasi dan kesinambungan prestasi,” tambahnya.

Dominasi Surabaya, Mojokerto, dan Sidoarjo

Pertandingan cabor judo Porprov Jatim 2025 digelar di Gedung Islamic Center Kota Malang, sejak 25 hingga 29 Juni 2025. Dalam laga Kamis (27/6), kontingen Kota Surabaya tampil dominan dengan menyabet beberapa medali emas:

  • Atshabit (kelas -73 kg)
  • Dani (kelas -81 kg)
  • Alfino Raditya (kelas -100 kg)
  • Maulana (kelas +100 kg)
  • Najibah Agnia (kelas -57 kg)
  • Agista Rahmawati (kelas -63 kg)
  • Giska (kelas +78 kg)

Sementara itu, dari Kabupaten Mojokerto, dua medali emas berhasil diraih oleh:

  • Fathur (kelas -90 kg)
  • Ananta Sari (kelas -70 kg)

Sedangkan Kabupaten Sidoarjo menambah satu emas lewat:

  • Andriani (kelas -78 kg)

Ajang Porprov ini tak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum penting untuk memupuk semangat juang dan membangun masa depan judo Jawa Timur melalui pembinaan yang terarah. (das) 

No More Posts Available.

No more pages to load.