Malang, ArahJatim.com – Pada hari Minggu, 14 Januari 2024 Mahasiswa PPG Dalam Jabatan Universitas Negeri Malang kelas K1 – 115 – 097 – 3 – KELAS 006, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) mengikuti kegiatan Wawasan Kebhinekaan Global yang disampaikan oleh Dosen pembimbing Bapak Prof. Dr Aman Santoso, M,Si dan Bapak Agung Witjoro, S.Pd, M. Kes. Pada kesempatan ini ada 5 topik yang akan di sampaikan oleh dosen pembimbing.
Materi disampaikan dengan Cara atau Langkah-langkah
1. Mulai dari diri yang berisi pertanyaan pemantik yang mengajak kita untuk berefleksi terhadap diri dengan tema yang dibahas.
2. Aktivitas yang berisi permainan atau simulasi yang mengajak kita untuk mengalami langsung nilai yang akan dibahas.
3. Refleksi atau Proses menggali makna dari permainan atau simulasi yang telah dilakukan.
4. Konsep dengan cara menyajikan poin-poin yang mengangkat inti pelajaran dari tema yang dibahas.
5. Aplikasi yaitu memberikan misi atau aksi nyata yang mendorong peserta untuk menerapkan inti pelajaran dalam kehidupan nyata.
1. Dunia yang Berwarna
Pada topik ini membahas tentang keberagaman yang ada di dunia ini. Mengacu pada gagasan bahwa keberagaman budaya, etnis, agama, dan latar belakang sosial di seluruh dunia merupakan aset yang berharga dan dapat memperkaya masyarakat global. Pemahaman dan penerimaan terhadap keberagaman ini dapat menciptakan dunia yang lebih harmonis, inklusif, dan berdaya saing. Pentingnya dunia yang berwarna dalam kebhinekaan mencakup beberapa konsep kunci:
a. Toleransi dan Penerimaan: Dunia yang berwarna dalam kebhinekaan menghargai perbedaan dan mendorong toleransi terhadap pandangan dan keyakinan yang berbeda. Ini menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mengurangi konflik.
b. Pertukaran Budaya: Keberagaman budaya memungkinkan pertukaran ide, tradisi, dan inovasi. Hal ini dapat membawa kemajuan dalam seni, sains, teknologi, dan pemahaman manusia secara umum.
c. Pembelajaran Antarbudaya: Interaksi antarbudaya dapat memperluas wawasan individu dan membantu memahami perspektif orang lain. Ini mempromosikan belajar dari pengalaman orang lain dan memperkaya wawasan kita.
d. Kreativitas dan Inovasi: Dunia yang berwarna dalam kebhinekaan dapat memotivasi berpikir kreatif dan inovasi. Perbedaan dalam cara berpikir dan pendekatan terhadap masalah dapat menghasilkan solusi yang lebih kreatif.
e. Keadilan Sosial: Menghormati keberagaman juga berarti memerangi ketidaksetaraan dan diskriminasi yang mungkin terjadi. Ini mendukung upaya untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan inklusif.
f. Perdamaian dan Harmoni: Memahami dan menerima perbedaan dapat membantu mengurangi ketegangan dan konflik antara kelompok-kelompok yang berbeda, serta mempromosikan perdamaian dan harmoni.
Penting untuk mengingat bahwa sementara keberagaman adalah aset yang berharga, hal ini juga memerlukan upaya aktif untuk mempromosikan dialog, pemahaman saling, dan inklusi. Penghormatan terhadap hak asasi manusia, kebebasan beragama, dan kesetaraan dalam semua lapisan masyarakat adalah prinsip-prinsip yang penting dalam menciptakan dunia yang benar-benar berwarna dalam kebhinekaan.
Selama berabad-abad manusia dari berbagai ras dan bangsa hidup berdampingan dengan damai. Manusia sebagai makhluk sosial mempunyai rasa ketergantungan dan saling membutuhkan untuk kelangsungan hidup. Tidak ada manusia di dunia ini yang mampu hidup sendiri tanpa berdampingan dengan orang lain di sekitarnya.
Namun terkadang ada sosok pemimpin yang menginginkan hanya orang pribumi saja yang boleh tinggal di daerahnya dan mengusir pendatang. Ia merasa bahwa kaum pendatang hanya akan merusak budaya dan kebiasaan yang sudah ada di daerahnya. Unik dan menariknya, negara kita berasal dari berbagai suku, ras, agama, dan budaya yang berbeda.
Namun dengan perbedaan tersebut kita semua menikmati alangkah indahnya Indonesia. Sesuai dengan semboyan kita “Bhineka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi tetap satu jua)”. Kita dapat hidup berdampingan dengan aman, tentram dan damai dengan perbedaan-perbedaan tersebut. Perbedaan tersebut justru menjadikan negara kita unik dan menarik dengan keindahan aneka ragamnya budaya di negara kita.
Dengan mengedepankan sikap toleransi yang tinggi kita dapat hidup berdampingan dengan nyaman, menumbuhkan rasa saling menghormati dan menjaga kedamaian. Sudah seharusnya kita nikmati dan merayakan keberagaman dengan penuh kebahagiaan.
2. Indonesia yang Harmoni
Pada topik ini membahas tentang perbedaan-perbedaan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dari perbedaan tersebut terjalin rasa toleransi yang besar dan sikap saling menghormati. Contohnya dalam satu keluarga ayah dan ibu bukan dari satu suku, Bahasa ibu dengan bahasa ayah yang berbeda, masakan juga berbeda dan lain-lain menjadikan keberagaman dalam keluarga. Sebagai anak dapat merasakan perbedaan pada keluarga tersebut dan dapat belajar sekaligus dua budaya adat istiadat dari kedua orang tuanya.
3. Damai dimulai dari Diri
Pada topik ini membahas tentang identitas manusia, setiap manusia pasti mempunyai identitas. Identitas merupakan ciri dari diri kita agar seseorang bisa mengenali kita dengan jelas. Mungkin kita punya kesamaan identitas suku dengan seseorang tetapi berbeda identitas agama dengan orang tersebut. Misalnya Si A dan Si B sama-sama berasal dari suku Jawa, tetapi mereka memeluk agama yang berbeda.
Berdamai dengan diri bisa dengan cara :
1. Memahami diri sendiri sebagai dasar memahami orang lain
2. Pemahaman kita adalah bingkai, kehidupan kita adalah dunia kita dan masalah yang terjadi adalah merupakan bingkai dan dunia kita.
Ada identitas yang begitu saja kita terima sejak lahir dan tidak bisa diubah ada juga identitas yang kita bangun ciptakan dan ubah. Misalnya warna kulit, wajah, agama, dan jenis kelamin. Ada identitas yang kita anggap sangat penting jika orang merendahkan identitas tersebut kita akan merasa sangat tersinggung, misalnya ketika ada seseorang merendahkan orangtua lainnya maka seseorang tersebut akan merasa sangat tersinggung dan marah, sebab baginya orang tua adalah orang yang harus dihargai dan dihormati.
Setiap orang unik dan tidak bisa dibandingkan dengan yang lain. Salah satu contoh standar kata cantik bagi bintang iklan tidak bisa kita jadikan patokan untuk mengukur diri sendiri. Oleh karenanya sayangi diri sendiri, tumbuhkan kesadaran dari dalam diri, syukuri dan nikmati dengan merawat dan melindungi diri dengan sikap rendah hati.
4. Sekolahku Bhineka
Beberapa cara memperkuat budaya sekolah dengan aktivitas kebhinekaan :
1. Olahraga dan permainan misalnya pertandingan persahabatan, festival permainan tradisional, dan sebagainya
2. Seni budaya dan agama misalnya pentas seni, batik day, culinery days, perayaan hari besar agama, pekan kreativitas belajar.
3. Media komunikasi misalnya visual corner, mading online, e-bulletin dan sebagainya.
4. Kolaborasi misalnya kerjasama dengan sekolah lain yang berbeda agama atau budaya untuk membuat karya seperti komik vlog film pendek podcast dan sebagainya.
5. Sekolahku yang Damai
Apa itu sekolah damai? sekolah damai adalah sekolah yang aman, menyenangkan dan menciptakan budaya damai.Tidak ada satupun dari warga sekolah baik itu siswa, guru dan tenaga pedidik lainnya di sekolah itu yang merasa tertekan, tidak bahagia dan merasa dipaksa. Semua warga sekolah merasakan suasana damai dengan keberagaman yang ada.
Untuk menciptakan sekolah damai diperlukan beberapa komponen yaitu kebijakan, interaksi, promosi, sarana dan partisipasi. Yang dimaksud adalah sekolah mengeluarkan kebijakan terkait dengan sekolah damai yang diikuti dengan adanya interaksi warga sekolah yang menumbuhkan sikap damai seperti toleransi, moderasi dan saling menghormati, dan seluruh warga sekolah berpartisipasi aktif dalam melaksanakan kebijakan sekolah tersebut sesuai dengan yang sudah direncanakan.
Kesimpulan
Kesimpulan dari kelima topik tersebut adalah kebhinekaan global merupakan keberagaman yang terdapat di seluruh lapisan dunia. Kita tidak dapat menghindari keberagaman melainkan kita harus saling berkolaborasi dalam memanfaatkan kebhinekaan dalam menciptakan kehidupan yang nyaman, tenteram, dan damai. Suasana nyaman dan damai dapat kita ciptakan dengan menumbuhkan sikap menghormati dan toleransi terhadap sesama manusia.
Perilaku terpelajar adalah perilaku yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila. Perilaku ini mencerminkan peserta didik beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan mandiri baik dalam proses maupun hasil belajarnya, bernalar kritis dan berwawasan luas, berkebhinekaan global dengan mampu beradaptasi dengan lingkungan global tetapi tidak meninggalkan karakter dan budaya negerinya, mampu bekerja sama dan bergotong royong, serta kreatif.
Lingkungan sekolah yang didambakan adalah lingkungan yang mendukung anak belajar secara aman, nyaman dan menyenangkan. Lingkungan yang bebas didkriminasi, bebas dari segala bentuk tindakan kekerasan dan intoleransi serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak baik secara fisik maupun psikisnya.
Indikator keberhasilan wawasan kebhinekaan global :
1. Peserta mampu melakukan analisis terhadap konsepsi toleransi, bentuk-bentuk pelanggaran intoleransi di dunia pendidikan, serta konsep pencegahannya dengan pendekatan penanaman prinsip dan nilai moderasi dan program kebhinekaan di sekolah.
2. Peserta mampu mempromosikan nilai-nilai kebhinekaan baik di sekolah maupun diruang pembelajaran.
3. Peserta menghayati pengalaman kebhinekaan dan mampu merefleksikannya dalam konteks sekolah.
(Mahasiswa PPG Daljab UM IPA Kelas 6 Angkatan III 2023)







