Beberapa pekerja berkumpul didepan proyek setiap harinya untuk mendapatkan kejelasan dari manajemen di depan pintu proyek pasar kolpajung . Senin 11 September 2023.
Pamekasan, Arahjatim.com – Mega Proyek pasar Kolpajung Pamekasan yang pernah digadang – gadang sebagai pasar terbesar dan termegah se-Jawa Timur yang menelan dana anggaran Rp 81,7 M yang bersumber dari Kementerian PUPR RI serta saat ini sudah mencapai 10 persen pengerjaannya oleh PT. Adhi Persada Gedung sebagai penyedia jasa.
Namun anehnya proyek besar ini diduga ada sesuatu permasalahan di dalamnya, bahkan beberapa pekerjanya tidak dibayar upahnya selama 35 hari dan kini nasibnya terlantar tanpa kepastian karena upahnya sudah di bawa kabur oleh mandornya.
“Saya sudah 35 (tiga puluh lima) hari belum mendapatkan bayaran bersama sebelas pekerja yang lain, terpaksa menganggur dan kami bertahan hanya dari jatah makan dua kali sehari dari mandor-mandor yang lainnya. Upah kami dibawa kabur mandor mas”, tangis Pak Suwarno. Senin(11/09/2023).
“Sabtu Minggu kemaren dikasih pihak proyek, kalau sekarang saya makan karena ada orang ngasih saya makan, tapi kalau tidak ada saya puasa”,tegasnya Suwarno asal Jawa Tengah ini.
“Sebetulnya tanggal delapan kemarin, waktunya kami mendapat upah, namun sayangnya nasib kami sangat tragis karena pagi harinya pak Heri Dairin (Mandor) asal Purwokerto sudah kabur membawa lari upah kami”,ucapnya.
Suwarno menuturkan, dalam satu hari dirinya dijanjikan gaji 110 ribu dan ada 11 orang yang dibawah pimpinan mandornya yang tidak di bayar. Hampir setiap pagi, para pekerja berkumpul untuk meminta kejelasan di depan pintu masuk Proyek pasar Kolpajung.
“Kami meminta tolong sama pak polisi tadi pagi, bagaimana pak saya orang perantau jauh. Saya bilang saya orang jauh uang gaji saya tiap hari 110 ribu tinggal di kali satu bulan,” ungkapnya
Senada dengan itu, Mohammad Hosni mengakui dirinya pernah bekerja sebagai tukang cat pagar. Dimana dirinya bekerja sebelum hari raya Idul Adha, namun sampai saat ini tidak dibayar.
“Saya sebelum bekerja aktif setiap pagi mengabsen di pos, dan memakai rompi sesuai aturan, saya bekerja selama tiga hari sejak sebelum hari raya idul Adha sampai saat ini tidak di bayar dan janjinya 130 ribu tiap hari,” ujarnya.
Sementara itu saat beberapa wartawan ingin menemui pihak manajemen atau penanggung Jawab PT. Adhi Persada Gedung dilokasi untuk mendapatkan penjelasan dipersulit oleh pihak Satpam pintu.
“Saya tidak bisa memberikan akses kedalam karena bapak-bapak dari media belum ada janji dengan pihak manajemen”, tegas salah satu satpam.
Anehnya pada saat itu terlihat ada kejanggalan karena awak media tetap dipersulit untuk mendapatkan ruang akses kedalam untuk meminta pernyataan dari manajemen PT. Adhi Persada Gedung.(ndra)










