Tulungagung, ArahJatim.com – Jelang masa berakhirnya jabatan bupati Tulungagung, hari ini Selasa 12/9/2023 melaunching pemberian kepesertaan BPJS Ketenaga kerjaan terhadap 2.700 pekerja rentan. Hal ini dilakukan di pendopo kabupaten Tulungagung. Pelounchingan itu selain disaksikan unsur Forkopimda Tulungagung, juga dihadiri Kakanwil Ketenaga Kerjaan propinsi Jawa Timur, Hadi Pramono. Ada hal yang menarik dari sambutan Bupati. Pihaknya mengaku bahwa menjelang masa berakhirnya tugas sebagai bupati, pihaknya merasa bangaa , pihaknya bisa berbuat untuk kesejahteraan masyarakatnya , melalui penganggaran sepuluh milyart, untuk mengikutkan masyarakatnya dalam jaminan pekerjaan seperti itu .
” ini adalah langkah baik, yang nantinya akan menjadi tanggung jawap Bupati mendatang. Secara total, dari masyarakat yang terkafer BPJS Ketenaga kerjaan di Tulungagung itu, sudah merupakan pondasi, semoga kedepannya masyarakat bisa menjadi pemilik Jaminan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan . Total berdasar laporan dari Dinas terkait, kini anggota masyarakat yang sudah terdaftar dengan dana pemerintah, sudah sekitar 46.731 perserta dari berbagai lapisan, mulai dari perangkat desa, BPD, RT/RW, serta pegawai non ASN. Adapun yang terbaru, sejumlah 27.500 peserta dari pekerja rentan, hari ini kita bagikan”, ungkap Bupati Maryoto.
Menambahkan hal itu, kepala dinas Tenaga kerja -Tras Tulungagung, Agus Santoso, capaian ini menunjukkan kemajuan dari daerah lain, karena Tulungagung, sudah terkafer mendekati angka 50%dari sasaran masyarakat. Dengan dialokasikannya dana pemerintah daerah nantinya diharapkan 100% cakupan bisa direalisasikan.
Sementara dari kanwil ketenaga kerjaan Jatim, Hadi Purnomo, mengapresiasi keseriusan Tulungagung, untuk masalah perlindungan warganya , dengan mengikutkan dalam BPJS Ketenaga kerjaan, yang dananya disuplay dari sumber keuangan daerah.
” Kami terus terang apresiatif, dengan suport hari ini . Pelounchingan ini adalah bukti riil, pemerintah daerah terhadap warganya , yang rentan atas pekerjaannya. Hal manfaat, memang sudah dibuktikan. Contoh dua orang ahli waris dari peserta, yang kebetulan baru belum ada satu bulan, pekerja itu rentan dan mengalami musibah, hari ini juga langsung kita serahkan santunan per peserta 42 juta rupiah, bukti kepersertanya di BPJS kes, yang kebetulan kepesertaannya, ditanggung pemkab Tulungagung”, ungkap Hadi dihadapan media.
Seperti diketahui, selama mendapatkan anggaran dari keuangan daerah, termasuk dana bagi hasil cukai, kini ada 2.746 perangkat desa, 7.010 RT/RW, 1.778 anggota BPD, 7.700 pegawai non ASN, dan 27.500 pekerja rentan, termasuk pekerja ojol, tukang becak, serta bakul- bakul etek yang tercatat sebagai warga Tulungagung. (dni)










