Terkait Masalah Hukum Desa Batangsaren, Ketua Adat Dan Tokoh Desa Nyatakan “Salah Satu Warga Kami Tak Kondusif”

oleh -
oleh

Tulungagung, ArahJatim.com – Puluhan pekerja media yang menghadiri undangan dari beberapa tokoh masyarakat desa Batangsaren Kecamatan Kauman Tulungagung, untuk diberi penjelasan suasana masyarakatnya , nampak begitu antusias. Hal ini karena menurut beberapa tokoh desa, berita yang terjadi nampak simpang siur. Salah satunya lewat beberapa kanal medsos. Terkait masalah hukum yang masih dalam penanganan kejaksaan, para awak media dan pegiat LSM mendapatkan penjelasan secara gamblang.

Dalam acara yang dikemas dengan santai di salah satu warung kopi desa setempat, hadir beberapa tokoh masyarakat,termasuk Ketua Lembaga Adat Desa, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan sejumlah tokoh Karangtaruna desa Batangsaren. Mereka sama – sama menampik kalau masyarakatnya tidak kondusif. Padahal Terkait masalah hukum yang saat ini ditangani pihak kejaksaan, fakta menurut beberapa tokoh tersebut , tidak mengganggu aktifitas , apalagi layanan kepada masyarakat desa Batangsaren , kecamatan Kauman Tulungagung.

Didik Haryanto, ketua lembaga adat desa Batangsaren menjelaskan hal itu secara fakta, kepada pekerja media dan sejumlah LSM, Kamis 20/10/2022, dalam dialog santai.

pasang iklan_rev3

” Saya selaku ketua adat desa, berani menyatakan bahwa masyarakat kami suasanya dinamis dan kondusif. Jadi tidak benar kalau terjadi sebaliknya. Sebenarnya kami juga prihatin, bila ada yang mencoba berusaha menggoyah masyarakat kami. Saya menyatakan juga, kalupun saat ini ada proses hukum atas dugaan- dugaan, pada beberapa pejabat desa kami, kami menghormatinya. Bahkan kami juga mendorong, untuk taat pada hukum, dan penanganan hukum biar berjalan,sebagai mana mestinya. Hal ini jangan membawa- bawa masyarakat, seakan akan tidak kondusif, terkait hal ini. Salah itu, sekali lagi, saya nyatakan sangat kondusif”, papar Ndan Didik, sebutan akrap ketua Adat desa Batangsaren.

Seperti berita yang beredar, beberapa hari yang lalu , kantor desa Batangsaren, dilakukan penggeledahan, atas dugaan korupsi, dimana APH sedang mencari BB, di kantor desa tersebut .

Sementara salah seorang anggota LPM, Dwi Wandito, yang juga hadir dalam pertemuan itu, pihaknya menyatakan , apa yang terjadi saat ini, adalah politis, dan ini bisa di ketahui, tokoh apa yang mempermasalahkan hal hal didesa Batangsaren.

” Itu hanya ulah beberapa orang saja.salah satu materi yang selalu dihembuskan masalah pembangunan pisik, dari tahun 2014 – 2019. Kalau soal pembangunan, Klir ada 60 unit, dan itu ada fisiknya. Kalau ada yang mengatakan fisiknya tidak ada , itu membodohi publik. Saya berani bersaksi, ada semua “, ungkap anggota LPM Batangsaren.

Hal yang sama juga disampikan salah seorang tokoh Karangtaruna desa setempat Gundik Suharto.

” Intinya kalau karena ada masalah hukum yang kini masih ditangani pihak kejaksaan, terus ada pihak pihak yang menyatakan masyarakat bergejolak dan tidak kondusif, kami kami ini tidak terima. Jadi proses hukum kita hormati, tanpa menyerang satu sama lainya. Kalau itu tetap dilakukan segelintir orang, kami akan berusaha tetap mengawal desa kami menjadi desa kondusif, tanpa kepentingan politis”, ungkapnya kepada para pekerja media dan undangan yang lain. (dni)

No More Posts Available.

No more pages to load.