Tulungagung, ArahJatim.com – Bertempat di lokasi wisata Nakula Park, Lembaga Adat desa ” Sindung Warih” dan pemerintah desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu Tulungagung, melaksanakan Festival ” Kembar Mayang”, untuk memperebutkan piala dari panitia desa.
Gelaran ini sengaja dilakukan , ada dua tujuan. Pertama nguri-uri tradisi yang sudah ada sejak nenek moyang, sedang kedua menggairahkan generasi muda untuk bisa membuat ” Kembar Mayang” sebagai syarat adat dalam kegiatan pernikahan.
Kepala desa Kendalbulur, kecamatan Boyolangu, Anang Mustofa SE, ketika dijumpai Arahjatim.com, membenarkan adanya festival itu.
” Ini adalah salah satu realisasi kinerja lembaga adat yang terbentuk di desa kami sejak 2020. Sebenarnya banyak, kegiatan adat yang kami fasilitasi. Mumpung dalam rangka menyongsong bulan puasa, kegiatan ini kami kemas rangkaian “megengan”. Megengan sendiri adalah bagian dari kegiatan adat di desa kami yang terus kami jaga. Selain sebagai bagian dari silaturahmi, kebetulan dengan festival ini anggota masyarakat dari 20 RT berkumpul di balai joglo taman wisata Nakula Park, kebanggan desa kami “, papar Kades Muda, Anang.
Sementara, ketua lembaga adat ” Sindung Warih “, desa kendalbulur, Saji mengakui, festival ini terlaksana setelah terlebih dulu para RT dikumpulkan, untuk diberi bimbingan cara membuat kembar Mayang sesuai dengan ” pakemnya”. Setelah semua siap, tahun ini dilombakan , yang diikuti 7 RW, perwakilan dari masing masing RT SE desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu Tulungagung.(dni)










