BEM Untag Surabaya Berbagi Saat Masa PPKM

oleh
oleh

Surabaya, ArahJatim.com – Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang ditetapkan oleh pemerintah berdampak pada perekonomian, khususnya para pedagang. Menanggapi hal tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (BEM Untag) Surabaya menginisiasi program ‘Dari Untag untuk Rakyat’. Dimulai pada Selasa, (13/7), program tersebut menyasar Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta pedagang makanan di sekitar kampus.

“Di masa PPKM Darurat ini banyak UMKM, khususnya gerobak penjual makanan yang harus tutup jam 8 dan penghasilan menurun banget. Kami tergerak untuk bantu mereka,” kata Presiden BEM Untag Surabaya, Mahmud saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu, (14/7).

Sebagai mahasiswa dari kampus nasionalis yang juga peduli terhadap program pemerintah yang membangun Indonesia, BEM sempat memiliki inisiatif untuk mengadakan sosialsisasi virtual mengenai vaksinasi. Meski sempat terhalang oleh PPKM Darurat, BEM tetap melakukan aksinya melakukan kegiatan sosial, “Idenya murni karena PPKM. Awalnya kami mau mengadakan seminar terkait pentingnya vaksinasi, tapi batal karena PPKM dan kegiatan di kampus dibatasi,” terang Mahmud.

pasang iklan_rev3

Program yang diselenggarakan atas kerjasama dengan 21 organisasi kemahasiswaan di lingkungan Untag Surabaya. Mahmud mengaku inisiasi giat sosial ini terbentuk mulai dari tanggal 8 Juli 2021 melalui group chat internal dan berkoordinasi melalui platform virtual setalah itu sebar pamflet.

“Tanggal 8 Juli kami chat di grup, lalu rapat di virtual dan coba konfirmasi untuk orkem yang mau kerja sama. Setelah itu share pamflet. Baru seminggu dibuka, donasi sudah mencapai 1,7 juta rupiah,” ujarnya.

Berbekal niat membantu warga yang terdampak pandemi ini, BEM Untag Surabaya bekerjasama untuk membuka donasi dari masyarakat umum, lalu hasilnya untuk membeli dagangan UMKM sekitar kampus dan dibagikan ke masyarakat umum. Ketua pelaksana dari aksi, Kallyana Tantri Neezmadevi mengatakan, dagangan masyarakat pada hari biasa laris pada malam hari, namun setelah PPKM berlangsung, mereka tak bisa mendapatkan penghasilan selayaknya.

“Setelah kami borong, kemudian kami salurkan kepada tukang becak, tukang sampah hingga ojek online. Merekakan bekerja di malam hari,” katanya.

Secara konsisten, seluruh panitia yang turun langsung diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan, di antaranya pembatasan jumlah panitia yang turun di lapangan, memakai masker dobel dan menjaga jarak, tak lupa sebelum dan sesudah menyerahkan dagangan, ia dan teman-temannya memakai handsanitizer dan mencuci tangan.

Neezma menyebutkan, program tersebut akan dilaksanakan tiga hingga empat hari sekali, “Rencananya akan berlanjut sampai akhir Juli karena hasil donasi kemarin baru terpakai sepertiganya. Jika PPKM masih terus berlanjut, maka donasi pun akan kami buka terus agar program bisa kami lanjutkan,” tegas mahasiswa manajemen ini.  (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.