Libatkan Masyarakat, TPS3R di Bangkalan Hasilkan Batako Dari Sampah Plastik

oleh -
oleh

Bangkalan, Arahjatim.com – Volume sampah semakin hari kian membesar tentunya menjadi masalah yang tak bisa disepelekan. Oleh sebab itu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan akan melibatkan unsur masyarakat di dalamnya.

Kabupaten dalam setiap harinya bisa mencapai 60 ton sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) . Maka DLH berupaya melakukan pengelolaan TPS3R secara optimal.

Hal itu dikatakan Kepala DLH Bangkalan, Anang Yulianto bahwa sampah jika dibiarkan akan menjadi bencana, tapi ketika dikelola dengan baik banyak berkah yang bisa di dapat.

pasang iklan_rev3

“Kita berupaya bagaimana penanganan sampah ini bisa dilakukan oleh semua pihak. Oleh karena itu menjadi tugas kita untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat supaya bisa mengelola sampah secara baik dan benar,” katanya.

Jika dilakukan pengelolaan dengan pengetahuan yang mumpuni. Dari itu sampah bisa dikelola dan banyak inovasi yang bisa dihasilkan dari sampah.

Menurut Anang, yang terpenting adanya kemauan untuk melakukan pengelolaan, sehingga dirinya ke depan akan mencoba memberikan pengetahuan kepada masyarakat dalam rangka penangan masalah sampah yang ada di Bangkalan.

“Sebenarnya tidak harus menggunakan alat yang canggih. Tetapi yang terpenting sekarang ini punya niat dan kemauan belajar bagaimana cara pengelolaannya. Insyaallah pasti bisa,” imbuh Anang.

Disamping sampah menjadi masalah di lingkungan masyarakat, dirinya berharap sampah juga menjadi berkah pada masyarakat dengan cara melakukan pemberdayaan supaya bisa mengelolanya.

“Tentunya juga ada nilai ekonomisnya, yang bisa didapat dari pengelolaan sampah. Contohnya bisa dikelola dari plastik menjadi batako, pot bunga dan lainnya. Yang kita harapkan seperti itu, sudah banyak contohnya di daerah lain. Ini yang coba kita gagas,” harap Anang.

Dirinya mengaku memang tidak mudah untuk meyakinkan masyarakat. Tetapi secara pelan-pelan akan diberikan pembuktian melalui tenaga yang sudah ada.

Saat ini Bangkalan pengelolaan sampah di TPS3R sudah ada di Kemayoran serta Pondok Pesantren Nurul Cholil sudah memiliki TPS3R mandiri.

“Yang seperti inilah yang akan kita dorong. Sebab selain mengurangi tumpukan sampah di TPA juga bisa dijadikan lapangan pekerjaan. Jadi ada hal lain yang bisa diperoleh dan bisa menjadi pengungkit dari pemberdayaan masyarakat,” tutup Anang. (fat/rd/fm)

No More Posts Available.

No more pages to load.