Dikira Babi Ngepet, Warga Buru Babi Hutan Yang Berkeliaran di Pasar Pedotan

oleh -
oleh
https://live.staticflickr.com/65535/49357299126_bc573a512d_b.jpg

Banyuwangi, ArahJatim.com – Warga Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi geger dengan munculnya seekor babi hutan yang berkeliaran di area Pasar Pedotan, Kamis (9/1/2020) siang. Warga yang mengira babi ngepet atau babi jadi-jadian langsung beramai-ramai memburu hewan tersebut untuk dibunuh.

Dalam rekaman CCTV yang tersebar di media sosial, terlihat babi hutan berukuran cukup besar itu tiba-tiba masuk ke dalam toko bangunan di kawasan pasar saat beberapa pelanggan sibuk berbelanja. Sontak, munculnya babi hutan membuat pelanggan dan pemilik toko berhamburan lari ketakutan untuk mencari tempat yang dianggap aman.

Selain itu, babi hutan yang tampak kebingungan juga mengacak-acak isi toko dan masuk ke salah satu ruangan toko untuk mencari tempat persembunyian. Aksi pelarian babi hutan terhenti setelah hewan hutan berukuran cukup besar terdesak di dalam toko, dan berhasil ditangkap oleh warga kemudian dibunuh agar tidak melukai warga.

pasang iklan_rev3

Menurut keterangan warga, babi tersebut ternyata bukanlah babi ngepet atau babi jadi-jadian. Melainkan hewan liar dari hutan Gunung Srawet, di Kecamatan Siliragung yang turun gunung untuk mencari makan.

“Kejadiannya sekitar jam setengah 12 siang, warga sekitar pasar ramai-ramai mau menangkap hewan liar, yang awalnya dikira babi ngepet atau babi jadi-jadian. Kita enggak tahu itu babi hutan sungguhan atau babi ngepet. Yang jelas hewan liar itu sudah mati saat ramai-ramai diburu warga. Saya kira itu hanyalah babi hutan dari Gunung Srawet yang turun gunung untuk mencari makan, kebetulan saja babi hutan itu larinya ke pasar,” kata Sujoko, Sekcam Bangorejo.

Sebelumnya, babi hutan yang masuk pasar tersebut juga sempat menabrak warga, beruntung tidak sampai melukai warga di sekitar pasar. Akibat aksi ulah babi hutan yang mengacak-acakbisi isi toko, pemilik toko mengalami kerugian materiil jutaan rupiah lantaran beberapa barang yang ada di dalam toko mengalami kerusakan.

Sementara, babi hutan yang mati sempat jadi tontonan warga. Agar tidak menimbulkan penafsiran macam-macam, oleh warga sekitar bangkai babi hutan langsung dikubur di kawasan hutan Gunung Srawet. (ful)

No More Posts Available.

No more pages to load.