Tulungagung, ArahJatim.com — Gedung Olahraga (GOR) Serbaguna Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru, mendadak riuh pada Rabu pagi, 16 September 2026. Ratusan atlet bulu tangkis dari pelbagai sudut Kabupaten Tulungagung tampak sibuk melakukan pemanasan. Di balik wajah-wajah muda yang berseri, tersimpan ambisi besar untuk menyabet gelar juara pada ajang Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bulu Tangkis 2026.
Kompetisi bergengsi tingkat lokal ini resmi dibuka langsung oleh Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, dan dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu, 19 September 2026. Suasana pembukaan terasa makin hangat dengan hadirnya jajaran Forkopimda, mulai dari Kapolres, Dandim, perwakilan KONI, hingga jajaran pengurus PBSI Tulungagung.
Usia Pra-Dini hingga Veteran Turut Unjuk Gigi
Ketua PBSI Tulungagung, Susilowati, menegaskan bahwa ajang tahunan ini merupakan amanat organisasi yang wajib ditunaikan. PBSI berkomitmen penuh untuk memelihara ekosistem pembinaan dan melahirkan atlet profesional dari daerah.
”Alhamdulillah, berkat kerja keras pengurus dan dukungan masyarakat bulu tangkis Tulungagung, tahun ini kami bisa kembali menggelar Kejurkab. Kategori yang dilombakan sangat lengkap, mulai dari usia pra-dini, usia dini, anak-anak, hingga kelas veteran,” ujar mantan legislator PDIP Tulungagung tersebut.
Susilowati tidak menampik adanya dinamika selama masa persiapan, terutama keterbatasan anggaran. Namun, kendala klasik itu berhasil diurai lewat soliditas internal pengurus serta koordinasi erat dengan pihak luar.
”Kami selalu mendapat support dari pemerintah daerah, termasuk alokasi dana hibah APBD. Komunikasi intensif dengan OPD terkait dan berbagai pihak membuat semua kendala bisa kita selesaikan secara profesional,” lanjutnya.
Pijakan Awal Menuju Panggung Dunia
Apresiasi tinggi datang dari Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin. Menurutnya, pembinaan atlet berjenjang yang dimulai sejak usia pra-dini merupakan fondasi utama dalam mencetak atlet berprestasi.
”Pola kompetisi seperti ini sangat bagus untuk menggembleng mental anak-anak muda Tulungagung. Olahraga itu harus berjenjang. Kita berharap dari GOR Boro ini lahir bibit atlet yang tak cuma bicara di tingkat daerah, tapi mampu menembus panggung internasional,” tutur Ahmad Baharudin.
Ia juga menekankan bahwa kekompakan pengurus dan dukungan komunitas adalah modal sosial yang sangat mahal untuk membangun prestasi olahraga secara berkelanjutan.
Perebutan Tiket Kejurprov dan Total Hadiah
Kejurkab PBSI Tulungagung 2026 kali ini diikuti oleh 213 atlet yang bakal bertanding di sektor tunggal, ganda, maupun ganda campuran. Para pemenang berhak membawa pulang trofi, sertifikat, serta uang pembinaan.
Lebih dari sekadar memburu hadiah, kejuaraan ini menjadi ajang pertaruhan masa depan bagi para atlet muda. Khusus untuk pemenang di kategori remaja dan taruna, PBSI Tulungagung telah menyiapkan tiket pembinaan lanjutan untuk mewakili daerah di ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur hingga kejuaraan tingkat nasional. (don1)










