KEDIRI, ArahJatim.com – Kabar gembira datang dari sektor ketahanan pangan di wilayah Kediri dan sekitarnya. Perum BULOG Kantor Cabang Kediri mengumumkan telah resmi menuntaskan target penyerapan gabah dan beras petani untuk sepanjang tahun 2026. Menariknya, pencapaian besar ini berhasil diraih jauh lebih cepat dari estimasi akhir tahun yang direncanakan.
Per tanggal 14 Juli 2026, BULOG Kediri mencatat total penyerapan gabah kering panen (GKP) dari petani lokal telah menyentuh angka fantastis, yakni 143.815.445 kg.
Angka ini melesat jauh melampaui target awal yang dipatok sebesar 94.583.710 kg GKP. Jika dikonversikan ke komoditas beras, realisasi penyerapan tersebut setara dengan 73.561.600 kg beras, atau sekitar 100,10% dari target tahunan yang berada di angka 73.489.325 kg.
Buah Kerja Keras dan Sinergi di Lapangan
Di balik angka-angka besar tersebut, ada cerita tentang kerja keras, keringat, dan kolaborasi yang solid di lapangan. Pemimpin Perum BULOG Kantor Cabang Kediri, Harisun, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi mendalamnya kepada seluruh elemen yang terlibat langsung dalam proses ini.
”Pencapaian luar biasa ini bukan kerja satu pihak saja, melainkan buah dari sinergi yang sangat kuat di lapangan. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tim Jemput Pangan BULOG, Pemerintah Daerah setempat, Dinas Pertanian, jajaran TNI dan Polri, hingga Petugas Penyuluh Pertanian dan seluruh Mitra Kerja BULOG,” ujar Harisun dengan penuh apresiasi, Rabu (15/7/2026).
Harisun menambahkan bahwa komunikasi yang intens dan koordinasi yang rapi menjadi kunci utama mengapa target besar dari pemerintah ini bisa rampung dalam waktu yang relatif cepat.
Komitmen Jaga Harga dan Kantong Petani
Meski target tahunan sudah resmi “dibereskan” per pertengahan Juli ini, BULOG Kediri menegaskan tidak akan langsung mengerem aktivitas mereka. Truk-truk BULOG dipastikan akan tetap turun ke sawah-sawah untuk menyerap hasil bumi masyarakat.
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata BULOG dalam menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani. Dengan tetap dibelinya hasil panen oleh BULOG, para petani lokal tidak perlu cemas harga gabah mereka akan anjlok drastis di pasaran saat musim panen tiba.
Stok Pangan Aman, Kualitas Tetap Terjaga
Keberhasilan memborong gabah dan beras dalam jumlah besar ini otomatis mempertebal benteng ketahanan pangan nasional. Harisun memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan beras di pasaran.
Namun, kuantitas yang melimpah tidak membuat BULOG menurunkan standar mereka. Harisun menekankan bahwa aspek kualitas tetap menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.
”Sesuai dengan arahan dari pusat, seluruh proses pengadaan ini kami laksanakan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Kami tetap mengedepankan standar kualitas terbaik untuk setiap komoditas yang kami serap dari petani,” tegasnya.
Ke depan, BULOG Kediri berkomitmen untuk terus mengoptimalkan jaringan pengadaan di desa-desa, memastikan kesiapan gudang penyimpanan, memaksimalkan sarana pengolahan modern, serta mempererat kolaborasi dengan seluruh mitra kerja. Langkah jangka panjang ini diambil demi merawat kepercayaan para petani sekaligus memastikan piring nasi masyarakat Indonesia tetap aman dan terpenuhi. (das)










