Mengubah Arah Pembangunan, Alumni Unej Berkumpul Rumuskan Sinergi Pusat-Daerah

oleh -
oleh
Ketua Panitia KAUJEFEST, Abdul Kholik bersama Wakil Rektor UNEJ Fendy Setyawan

Jember, ArahJatim.com – Selama ini, arah pembangunan di Indonesia sering kali dipandang berjalan satu arah: dari atas ke bawah (Top-Down). Daerah kerap kali hanya memosisikan diri sebagai pelaksana dari setiap kebijakan yang diketuk di pusat.

​Menjawab tantangan tata kelola pemerintahan tersebut, Universitas Jember (Unej) bersama Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) mengambil langkah progresif. Mereka menggelar Sarasehan Nasional bertajuk “Akselerasi Membangun Indonesia dari Daerah: Menakar Sinergi Pusat dan Daerah untuk Kemajuan Bangsa” di Auditorium Soedjarwo Unej, Jumat (3/7/2026).

​Forum ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul biasa, melainkan sebuah ikhtiar intelektual untuk membalik arah kompas pembangunan: memulai Indonesia dari daerah.

pasang iklan_rev3

​Suara dari Daerah, Inspirasi bagi Pusat

​Wakil Rektor IV Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unej, Fendi Setyawan, menegaskan bahwa relevansi tema ini lahir dari kegelisahan nyata terhadap dinamika tata kelola pemerintahan saat ini. Menurutnya, daerah memiliki potensi besar untuk menjadi laboratorium gagasan yang bisa dibawa ke tingkat nasional.

​”Selama ini pembangunan cenderung berjalan dari atas ke bawah. Kami ingin menghadirkan ruang diskusi yang mampu melahirkan pemikiran baru dari daerah sebagai masukan bagi pemerintah pusat,” ujar Fendi hangat.

​Fendi menjamin bahwa seluruh dialektika yang terjadi di dalam forum tidak akan berakhir di atas meja seminar atau sekadar menjadi tumpukan kertas laporan. Seluruh pemikiran dari para akademisi, peneliti, ekonom, hingga kepala daerah akan dirangkum secara komprehensif menjadi rekomendasi strategis yang nyata. Dokumen inilah yang nantinya disodorkan kepada pemerintah pusat sebagai kontribusi konkret Unej dan KAUJE untuk bangsa.

​Panggung Reuni Para Pemimpin dan Pemikir

​Jalannya diskusi diprediksi berlangsung berbobot namun dinamis. Dipandu oleh Ketua PWI Jawa Timur, Luthfi Hakim, sarasehan ini menghadirkan tiga singa podium yang kompeten di bidangnya:

  • Prof. Siti Zuhro (Peneliti Senior BRIN) yang membedah dari perspektif tata kelola politik dan otonomi.
  • Samsul Widodo (Dirjen Percepatan Pembangunan Daerah Kemendes PDT) yang membawa sudut pandang eksekutif.
  • Aditya Wardhana (Ekonom Unej) yang memetakan tantangan dari sisi ketahanan ekonomi regional.

​Menariknya, perspektif teori teoretis ini langsung diuji oleh realitas lapangan melalui kehadiran tujuh kepala daerah yang bertindak sebagai penanggap. Mereka adalah:

  1. ​Bupati Jember, Muhammad Fawait
  2. ​Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo
  3. ​Bupati Lumajang, Indah Amperawati
  4. ​Bupati Madiun, Hari Wuryanto
  5. ​Bupati Ngada, Raymundus Bena
  6. ​Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo
  7. ​Bupati Mentawai, Rinto Wardana

​Uniknya, ada ikatan emosional kuat yang melatari diskusi formal ini. Seluruh narasumber, moderator, hingga ketujuh kepala daerah lintas wilayah tersebut ternyata memiliki satu kesamaan: mereka semua adalah alumnus Universitas Jember yang kembali pulang ke “kampus tegalboto” untuk mengabdi.

​Pembuka Kemeriahan KAUJE FEST 2026

​Sarasehan Nasional ini sekaligus menjadi gong pembuka dari rangkaian acara KAUJE FEST 2026 yang dijadwalkan berlangsung sepanjang akhir pekan ini, 3–5 Juli 2026.

​Ketua Panitia KAUJE FEST, Abdul Kholik, menjelaskan bahwa festival ini dirancang seimbang antara asah otak, aksi sosial, dan kebugaran fisik. KAUJE FEST ingin melampaui batas definisi reuni konvensional.

​”Festival alumni ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi untuk melepas rindu, tetapi juga ruang kolaborasi dan pengabdian alumni melalui berbagai kegiatan akademik, sosial, hingga olahraga,” terang Abdul Kholik.

​Setelah keseriusan sarasehan di hari Jumat, atmosfer KAUJE FEST akan bergeser menjadi lebih kasual dan penuh keakraban. Pada hari Sabtu (4/7), ribuan alumni akan turun ke jalan dalam Jalan Gembira Nasional (JGN) III. Kemeriahan ini kemudian akan ditutup dengan menguras keringat bersama lewat ajang lari KAUJE Run pada hari Minggu (5/5).

​Melalui kolaborasi gagasan dan aksi nyata ini, alumni Unej membuktikan bahwa ikatan emosional kampus mampu menjelma menjadi motor penggerak pembangunan nasional dari pinggiran Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.