PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) terus memperkuat perannya sebagai penyedia layanan logistik berbasis kereta api yang andal. Hingga periode berjalan tahun ini, layanan angkutan KA Kontainer berhasil mencatatkan volume 1.193.688 ton atau setara dengan hampir 60 ribu truk, dengan pencapaian bulanan tertinggi pada Mei sebesar 267.390 ton.
Dwi Wulandari,
VP of Corporate Secretary mengungkapkan, “Peningkatan kinerja tersebut
mencerminkan semakin tingginya kepercayaan pelaku usaha terhadap layanan
angkutan barang berbasis rel yang menawarkan sejumlah keunggulan. Saat ini, KAI
Logistik mengoperasikan 8 (delapan) rangkaian KA Kontainer yang melayani
berbagai relasi strategis guna mendukung kelancaran arus logistik nasional.”
Pertumbuhan
volume angkutan KA Kontainer pada tahun 2026 juga didorong oleh peningkatan
kapasitas operasional melalui penambahan dua rangkaian KA Kontainer baru. Penambahan
tersebut memungkinkan KAI Logistik mengakomodasi permintaan pelanggan yang
terus meningkat sekaligus memperluas kapasitas distribusi pada koridor-koridor
logistik utama.
Dwi melanjutkan bahwa pertumbuhan
ini menunjukkan semakin kuatnya pergeseran preferensi pelaku usaha terhadap
moda angkutan berbasis kereta api. “Peningkatan volume angkutan KA
Kontainer menunjukkan bahwa kereta api berperan strategis sebagai solusi
logistik yang efisien, andal, dan berkelanjutan. Kami terus meningkatkan
kapasitas layanan agar mampu menjawab kebutuhan distribusi nasional yang terus
berkembang, sekaligus mendukung terciptanya sistem logistik yang lebih
kompetitif,” ujarnya.
Selain mendukung efisiensi rantai pasok, angkutan barang berbasis rel juga
memberikan nilai tambah dari sisi keberlanjutan. Penggunaan kereta api mampu
mengurangi kepadatan lalu lintas jalan raya, menekan emisi karbon melalui
perpindahan moda dari jalan ke rel, serta meningkatkan aspek keselamatan dan
keamanan pengangkutan barang karena risiko kecelakaan dan gangguan perjalanan
yang lebih rendah. Lebih lanjut perpindahan dari darat ke rel juga berpotensi
menekan biaya pemeliharaan jalan raya yang terdampak pada beban berlebih.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem layanan KA Kontainer, KAI Logistik
juga terus menghadirkan berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan
sekaligus mendukung praktik logistik berkelanjutan. Sejumlah inisiatif
strategis telah diterapkan, di antaranya penggunaan teknologi Radio
Frequency Identification (RFID) untuk meningkatkan efisiensi operasional,
sertifikasi halal pada sejumlah terminal termasuk fasilitas pencucian
kontainer, serta penyediaan fasilitas plug in di terminal guna
memastikan pasokan listrik bagi kontainer berpendingin (reefer container)
tetap terjaga selama proses penanganan.
Selaras dengan komitmen perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan, KAI
Logistik juga menghadirkan informasi carbon footprint pada invoice
pelanggan. Fitur ini memungkinkan pelanggan mengetahui estimasi emisi karbon
dari aktivitas pengiriman yang dilakukan menggunakan moda kereta api, sehingga
memberikan transparansi sekaligus mendorong perusahaan dalam mengukur dan
mendukung pencapaian target keberlanjutan serta implementasi aspek Environmental,
Social, and Governance (ESG) di sepanjang rantai pasok.
”Ke depan, KAI Logistik akan terus memperkuat layanan angkutan KA Kontainer
melalui pengembangan kapasitas, optimalisasi jaringan, dan peningkatan kualitas
layanan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk
menghadirkan solusi logistik yang efisien, ramah lingkungan, dan mampu
mendukung pertumbuhan ekonomi serta konektivitas distribusi nasional,” tutup
Dwi.
Artikel ini juga tayang di VRITIMES





