Pamekasan, ArahJatim.com – Paguyuban insan jurnalis Pamekasan (PIJP )menggelar kegiatan Halal Bihalal 1447 Hijriah bersama wartawan yang tergabung dalam Paguyuban Insan Jurnalis Pamekasan (PIJP) di Kediaman Hendra HL. Humas PIJP dan Pemilik Barokah catering jalan Bahagia no.13 Kel.Bugih Pamekasan. Jumat(10/05/2026). Pagi.
Ketua Umum PIJP , Sujak Lukman SH menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antara wartawan, termasuk para mitra donatur pamekasan, pemerintah daerah, dan guna mendukung kemajuan pembangunan di kabupaten Pamekasan.
“Di momentum Halal Bihalal 1447 Hijriah ini, guna memperkuat sinergi antara pemerintah, yudikatif legislatif dengan media. Kolaborasi ini penting untuk membangun kemitraan yang lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.
“Mari bersama bergandengan tanga meningkatkan integritas dalam pengelolaan daerah serta mengoptimalkan potensi pariwisata, UMKM sebagai salah satu penggerak roda perekonomi masyarakat.” Terangnya.
“Momentum ini harus kita manfaatkan untuk mempererat silaturahmi, menguatkan komitmen kebersamaan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik kedepannya.
Kami apresiasi kepada Paguyuban Wartawan pemerintah dan seluruh mitra tidak terkecuali yang selama ini menjadi mitra strategis PIJP dalam menyampaikan informasi yang edukatif dan konstruktif kepada masyarakat.
Selanjutnya Sekretaris PIJP Wahyudi SH menyebut Halal Bihalal tidak hanya sebagai tradisi, tetapi juga momentum mengkaji isu terkini. Soal refleksi moral dan etika dalam penyelenggaraan pemerintahan yang baik.
Menurutnya, nilai-nilai kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas harus terus diperkuat dalam tata kelola pemerintahan daerah. Terutama dalam mengawal pembangunan setempat sebagai jurnalis.
“PIJP juga berkomitmen mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) serta menolak segala bentuk praktik penyimpangan, termasuk kebocoran pendapatan daerah,” paparnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara PIJP, pemerintah daerah, wartawan semakin solid dalam mendukung pembangunan Pamekasan yang berkelanjutan.
Sementara, Kyai Gus Shuhadaullah pengasuh pondok Pesantren Daarul ulum tambak pring surabaya menyampaikan Halal bihalal merupakan tradisi khas masyarakat Indonesia yang dilakukan saat Syawal (biasanya setelah Idul Fitri) untuk bersilaturahmi, saling memaafkan, dan mempererat persaudaraan.
Meskipun istilah “halal bihalal” tidak dikenal secara harfiah pada masa Nabi Muhammad SAW, substansi kegiatannya sangat sejalan. Menjadikan hubungan yang tadinya renggang atau bersalah (haramsi secara fiqih, seperti dosa antarsesama) menjadi halal dan kembali harmonis.Kearifan Budaya: Ini adalah bentuk adaptasi budaya positif di Indonesia yang memperkuat persatuan Kyai gus. Shuhadak.(Ndra).








