Pengasuh Ponpes Kediri Kembangkan 14 Jenis Kurma Dari Hasil Penelitian

oleh -
oleh
Abah Mustain Anshori, Pengasuh Pondok Pesantren Pari Ulu, Desa Sumbercangkring, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri melakukan penelitian budidaya kurma. (Foto: ArahJatim.com/das)

Kediri, ArahJatim.com – Ingin meningkatkan taraf hidup masyarakat desa, warga Desa Sumbercangkring, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri membudidayakan buah kurma.

Seorang pengasuh sebuah pondok pesantren di Kabupaten Kediri berhasil membudidayakan buah kurma setelah empat tahun melakukan penelitian. Kurma yang diberi nama kurma nusantara ini bahkan dibudidayakan dengan media tanah bukan menggunakan media tanam pasir dan berhasil membuahkan 3 kali musim buah.

Buah kurma ternyata bisa dibudidayakan di Kabupaten Kediri, seperti yang dilakukan oleh Abah Mustain Anshori, Pengasuh Pondok Pesantren Pari Ulu, Desa Sumbercangkring, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.

pasang iklan_rev3

Baca Juga :

Sejak 4 tahun lalu Abah Mustain membudidayakan kurma, karena tertarik untuk menggantikan pohon kelapa yang dulu banyak ditemukan di wilayah Kabupaten Kediri serta sebuah cerita pada abad 7 di Kerajaan Keling atau Kalingga di Jawa Tengah, bahwa atap bangunannya terbuat dari daun Tal atau Plum sejenis kurma.

“Saya sudah melakukan penelitian dan budidaya Kurma sejak 4 Tahun lamanya, Alhamdulillah hasilnya baik. Selain saya ingin meningkatkan taraf hidup masyarakat, saya juga tertarik menggantikan pohon kelapa dengan kurma, dan Kediri nampaknya cocok. Hal itu berdasar cerita ada abad 7 mengenai bangunan kuno jawa dari daun Tal atau Plum (sejenis.kurma),” ucap Abah Mustain. Kamis, (8/5/2019).

Pohon Kurma jika pada umumnya di Jazirah Arab baru berbuah setelah berumur 8 tahun dengan tekhnik tradisional, namun di pembudidayaan kurma di Pondok Pesantren Pari Ulu ini, pohon kurma bisa berbuah setelah berumur 4 tahun. Bahkan di tempat ini pohon kurma ditaman dengan media tanah seperti tanaman lainya.

Selain ditanam di atas lahan, pohon kurma hasil budidaya Pondok Pesantren Pari Ulu ini juga ditanam di atas polibag dan pot. Pohon kurma hasil budidaya Abah Mustain saat ini telah mulai berbuah untuk ke 3 kali musim.

 

“Alhamdulillah sudah berbuah 3 kali, namun sayangnya sekarang belum berbuah, teman wartawan masih harus menunggu panennya,” imbuh Mustain.

Meski belum seluruhnya berbuah, namun sebagian jenis kurma telah berhasil berbuah seperti jenis Ajwa, Ruzeis, Madinah. Di tempat ini sedikitnya ada 14 jenis kurma yang dibudidayakan, bahkan berhasil disilangkan yang akan diberi nama Kurma Nusnatara, namun belum dibakukan.

“Ada 14 jenis Kurma, banyak jenisnya. Namun semuanya saya beri nama Kurma nusantara, saya tidak tahu apakah di Indonesia ada seperti ini atau bagaiamana, namun semoga Kurma ini dapat bermanfaat kedepannya,” pungkas Abah Mustain.

Hingga saat ini, Kurma hasil budidaya Abah Mustain Anshori belum dijual belikan, karena masih dalam proses penelitian hingga satu tahun kedepan. Setelah terbukti bisa dikembangkan oleh petani di Indonesia Abah Mustain Anshori baru akan menjual, dengan harapan dapat dibudidayakan oleh petani secara masal. (das)

No More Posts Available.

No more pages to load.