Kediri, ArahJatim.com – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB, KH. An’im Falachuddin Markus, M.Pd (Gus An’im), memberikan apresiasi sekaligus catatan penting kepada Kementerian Sosial (Kemensos) terkait penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan korban penyalahgunaan obat-obatan di lingkungan pesantren.
Dalam kunjungannya ke Pondok Singgah dan Pesantren Rehabilitasi Mental Sapu Jagad di Desa Kencong, Kepung, Kediri, Senin (22/12/2025), Gus An’im menegaskan bahwa peran kyai dalam merehabilitasi masyarakat adalah bentuk nyata bantuan kepada negara yang harus didukung penuh secara berkelanjutan.
Respon Cepat Kemensos di Pondok Sapu Jagad
Gus An’im menyampaikan rasa syukurnya atas respon cepat Kemensos terhadap usulan yang ia sampaikan. Dari total 49 pasien yang sedang menjalani rehabilitasi di pondok tersebut, sebanyak 12 orang telah terdata dan mendapatkan bantuan awal.
”Alhamdulillah, kami mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Kemensos. Begitu usulan kita sampaikan, langsung ada tindakan nyata. Namun, ini baru langkah awal,” ujar Gus An’im di sela-sela kunjungannya.
Dorong Bantuan “Pemenuhan Hidup Layak” Secara Rutin
Meski mengapresiasi bantuan yang datang, legislator dari Fraksi PKB ini menekankan bahwa bantuan spontan saja tidak cukup. Mengingat Pondok Sapu Jagad selama ini beroperasi secara mandiri di bawah asuhan Kyai Anom Agus Tuhfatun Nafi (Gus Nafi), Gus An’im berharap pemerintah hadir dengan dukungan finansial yang tetap.
”Harapan kami ke depan tidak sekadar bantuan yang sifatnya spontan sekali, tapi bisa Pemenuhan Hidup Layak. Artinya, bantuan bisa rutin setiap bulan,” tegasnya. Menurutnya, pembiayaan makan, pengobatan, dan perawatan harian bagi puluhan pasien membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Pesantren Sapu Jagad: Membantu Tugas Negara
Gus An’im mengingatkan bahwa apa yang dilakukan oleh Gus Nafi dan para pengurus Pondok Sapu Jagad sejak tahun 1990 adalah mengambil alih tanggung jawab pemerintah dalam menangani masalah sosial.
”Pondok ini betul-betul mandiri. Kyainya menampung ODGJ dan pecandu narkoba, dirawat sendiri. Sebetulnya ini adalah tanggung jawab pemerintah. Pak Kyai ini membantu pemerintah, jadi sudah wajar kalau Kemensos memberikan apresiasi konkret berupa dukungan biaya hidup rutin,” tambahnya.
Profil Singkat: Rehabilitasi Spiritual Sejak 1990
Pondok Singgah dan Pesantren Rehabilitasi Mental Sapu Jagad dikenal sebagai oase bagi mereka yang terpinggirkan secara mental. Didirikan oleh Gus Nafi, pesantren ini menggunakan pendekatan unik:
- Spiritual: Melalui salat berjamaah dan istighosah.
- Kepribadian: Bimbingan personal untuk memulihkan kepercayaan diri.
- Kebersamaan: Menciptakan lingkungan kekeluargaan agar pasien siap kembali ke masyarakat.
Dengan adanya dorongan dari Komisi VIII DPR RI, diharapkan sinergi antara pesantren dan pemerintah semakin kuat, sehingga misi kemanusiaan di Desa Kencong ini dapat berjalan lebih maksimal dan bermartabat.










