Surabaya, ArahJatim.com – Sejak diumumkannya kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa hari yang lalu, sejumlah pihak menyuarakan penolakan kebijakan pemerintah tersebut. Hal itu lantaran kondisi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih akibat pandemi Covid-19, kini Kembali harus berjibaku dengan tingginya harga BBM.
Dalam keterangan tertulisnya, Ketua DPD PKS Kota Surabaya, Johari Mustawan menyampaikan, kenaikan harga BBM bersubsidi memicu tingginya inflasi. Diprediksi inflasi akan mengalami kenaikan sebesar 7,17 persen dari kondisi sebelumnya, per Juli 2022, yakni sebesar 5,2 persen.
“Ini berarti kenaikan harga BBM menyumbang kenaikan inflasi sebesar 1,97 persen,” ujarnya secara tertulis, Sabtu (10/9).
Selain menyebabkan tingginya nilai inflasi, kenaikan BBM bersubsidi juga memiliki dampak menekan kondisi ekonomi masyarakat menengah ke bawah. Mulai dari tukang ojek, sopir angkot, pedagang bakso, buruh dan pekerja, pedagang kaki lima, peternak, nelayan hingga emak-emak.
“Merekalah yang merasakan imbasnya langsung dan harus berjuang lebih keras lagi untuk bisa bangkit ekonominya setelah terdampak pandemic,” imbuhnya.
Johari mengatakan, naiknya harga BBM bersubsidi berdampak meningkatnya jumlah orang miskin di Surabaya. Dikhawatirkan angka kemiskinan akan mengalami peningkatan, sebagaimana kondisi di saat pendemi. Angka kemiskinan di Surabaya sebesar 5,23 persen, naik 0,21 persen dari sebelumnya sebesar 5,02 persen.
Naiknya harga BBM bersubsidi, berefek domino dengan naiknya harga-harga kebutuhan pangan dan kebutuhan pokok lainnya di Surabaya.
“Hal ini berimbas terhadap menurunya daya beli masyarakat sehingga dikhawatirkan masyarakat mengalami situasi kurang gizi, meningkatnya jumlah anak yang mengalami stunting di Surabaya,” lanjutnya.
Sementara itu Bantuan sosial yang diberikan pemerintah pusat kepada masyarakat khususnya warga surabaya berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos hanya 97.981 KPM (Keluarga Penerima Manfaat). Masih jauh dari jumlah warga yang terdampak dan rentan terhadap kenaikan harga BBM subsidi.










