Probolinggo, ArahJatim.com – Sebanyak 5 jembatan penghubung antar desa dan kecamatan terputus, sedangkan 3 jembatan lainnya rusak akibat terjanganan banjir di 7 kecamatan di kabupaten Probolinggo Jawa Timur yang terjadi beberapa hari lalu. Sebagian besar jembatan itu menjadi akses penting bagi aktivitas warga terutama para pelajar dan petani.
Jembatan gantung besi di desa Banjarsari kecamatan Sumberasih kabupaten Probolinggo, menjadi satu dari 8 jembatan yang putus dan rusak akibat banjir besar yang terjadi Sabtu malam lalu. Jembatan ini menjadi akses penghubung antar dusun Beji dan dusun Banjar di desa setempat.
Dari pengamatan langsung di lapangan, Senin siang (19/01/2026), kondisi jembatan sudah tidak dapat dilalui. Bahkan tak ada seorang pun warga yang berani mendekat, apalagi menyeberangi jembatan karena kondisinya yang cukup membahayakan.
Rangka besi penyangga antara struktur bangunan jembatan dan jalan desa terkuak atau lepas, sementara rangka besi jembatan sepanjang 20 meter dengan lebar 4 meter ambruk ke dasar sungai karena tali baja yang menggantung jembatan juga terputus.
Kondisi ini menyebabkan aktivitas warga terganggu terutama bagi puluhan pelajar SDN Banjarsari II yang tinggal di dusun Beji. Mereka harus jalan memutar sejauh 2 kilometer untuk dapat menjangkau sekolahnya yang berada di dusun Banjar. “ Biasanya berangkat sendiri naik sepeda, sekarang harus diantar ayah karena jalannya memutar.” keluh Silviana, siswi SDN Banjarsari asal dusun Beji.
Menghadapi kondisi tersebut, Koordinator Wilayah Kecamatan Sumberasih pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, Maini Yudiningsih, memberikan himbauan kepada pihak sekolah untuk memberi dispensasi bagi para siswa – siswi asal dusun Beji yang tidak bersekolah senin ini.
“Iya, hari ini menurut laporan yang saya terima ada 7 siswa yang tidak bersekolah. Kami berikan dispensasi karena mungkin masih trauma banjir atau belum ada yang bisa mengantarnya ke sekolah lantaran rutenya kini harus memutar.” tegas Maini Yudiningsih.
Sementara itu, bupati Probolinggo, Muhammad Haris atau Gus Haris, dalam kesempatannya mengunjungi korban banjir, menyampaikan upaya pemerintah untuk mengatasi banjir dan dampak yang ditimbulkan. Menurutnya, butuh kerjasama antar OPD dan juga masyarakat melalui perencanaan matang.
“dua atau satu bulan lalu sudah ada 13 jembatan yang rusak, oleh karena itu saya meminta OPD terutama BPBD menangani masalah dampak banjir dengan terukur. Terutama asessment dan mitigasi yang terencana dengan baik. “Tegas bupati.
Selain jembatan di desa Banjarsari, 4 jembatan yang bernasib sama juga di desa Jangur kecamatan Sumberasih, desa Brani wetan kecamatan Maron, desa Sumberkramat kecamatan Tongas dan desa Kalianan kecamatan Krucil. (Dundee)












