Banyuwangi, ArahJatim.com – Sebanyak 443 calon jemaah haji (CJH) asal Banyuwangi, yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 48 mulai diberangkatkan secara bertahap menuju Embarkasi Surabaya dari depan kantor Pemkab, Minggu (21/7/2019) dini hari. Pemberangkatan sebagian CJH dilepas langsung oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas didampingi Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi.
Dari total 1.306 CJH asal Banyuwangi, 38 persen di antaranya masuk dalam kategori CJH risiko tinggi (risti) atau berusia lanjut. Salah satu CJH tertua asal Banyuwangi bahkan berusia lebih dari 100 tahun.
Baca juga:
- Kabupaten Kediri Berangkatkan CJH Kloter 36 Ke Asrama Haji Sukolilo.
- Bupati Blitar Berangkatkan Ratusan Calon Jamaah Haji.
- Calon Jemaah Haji Harus Jaga Kondisi Tubuh Sehat Di Tanah Suci.
Meski sudah berusia lanjut, namun hal tersebut tak menyurutkan niat dari CJH untuk menunaikan rukun Islam yang kelima. CJH tertua itu bernama Sidik, warga Dusun Sumbersuko, Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung. Kakek berusia 101 tahun kelahiran 1918 tersebut tetap bersemangat untuk pergi ke tanah suci meski usianya sudah tak muda lagi.
Sang kakek yang berangkat sendirian tanpa didampingi keluarganya ini tampak percaya diri dan semangat. Tak ada persiapan khusus yang dilakukan Sidik untuk menghadapi perjalanan haji yang akan ia tempuh selama sebulan lamanya.
”Persiapannya ya bismillah saja semoga selamat. Ini hasil tabungan saya yang saya kumpulkan dari hasil bertani selama puluhan tahun. Alhamdulillah sekarang bisa berangkat,” kata Sidik saat berada di atas bus nomor 7 pada kloter 48.

Seluruh keluarga CJH yang menunggu di pinggir jalan tampak antusias melepas keberangkatan belasan bus yang membawa ratusan CJH. Tak sedikit dari keluarga yang melambaikan tangannya saat bus melewati garis keberangkatan di depan kantor Pemkab.
Selain pemberangkatan 443 CJH, sebelumnya lima petugas haji juga telah diberangkatkan menuju Embarkasi Surabaya untuk mendampingi sebagian CJH.
”Total seluruh CJH asal Banyuwangi ini ada 1.306 orang. Sebenarnya dari data manifes ada 1.315 CJH, namun karena ada yang meninggal dan memilih menunda keberangkatan akhirnya berkurang menjadi 1.306 CJH saja tahun ini. Tahun ini yang masuk kategori risiko tinggi ada sekitar 38 persen dari total CJH. Untuk sisa CJH yang belum berangkat yakni dari kloter 49 dan 50 akan diberangkatkan Minggu malam atau Senin dini hari,” kata Moh. Jali, Kasi Haji dan Umroh Kemenag Banyuwangi. (ful)










