Kediri, ArahJatim.com – Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari ini, menyebabkan tanggul sungai Bendokrosok Desa Maron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri ambrol sepanjang 29 meter tinggi 4,3 meter.
Ambrolnya tanggul sungai Bendokrosok sekitar pukul setengah lima pagi, akibat hujan yang terjadi Rabu malam, menyebabkan debit air yang tinggi hingga menggerus tanggul sungai Bendokrosok.
Runtuhnya tembok penahan juga mengancam kerusakan tiang listrik serta pengendara yang melintas mengingat sangat dekat dengan badan jalan raya penghubung kediri – nganjuk.
Gigieh Ulong Suprobo selaku Pena Teknik OPS DA I BBWS Kediri mengatakan, setelah melakukan cek lokasi kejadian untuk melakukan survei sepanjang 29 meter dan tinggi 4,3 meter dan untuk menentukan volume dan rencana anggaran yang dibutuhkan dalam pembenahan tanggul sebagai bahan laporan.
Lebih lanjut Gigeh mengatakan hasil cek lapangan akan disampaikan ke pimpinan dan selanjutnya akan segera dilakukan tindakan selanjutnya.
“masih ada dua tanggul ambrol di sungai Bendokrosok dan sungai Mlinjo Desa Datengan Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri,” ujar Gigieh
Sementara AKP Wahana, Kapolsek Banyakan mengatakan saat ditemui di lokasi ambrolnya tanggul mengatakan, sejauh ini belum dilakukan rekayasa lalu lintas.
“Namun, kondisi arus lalu lintas masih lancar dan terkendali,”kata Wahana.
Wahana menyebutkan ada beberapa tanggul sungai bendorosok yang rawan ambrol di wilayah Desa Ngablak. Namun, setelah dari pihak Pemerintah Desa membangun penahan tanggul dengan bronjong.
“Pembangunan tanggul yang mendapat bantuan dari Pemkab Kediri kondisi hujan tidak sampai menyebabkan ambrolnya tanggul tersebut, karena kalau terjadi ambrol di Desa Ngablak akan menyebabkan banjir di wilayah Perumahan Asabri,” ungkap Wahana. (das)












