Kediri, ArahJatim.com – Kabar baik datang dari Bumi Panji. Bandara Internasional Dhoho Kediri selangkah lebih dekat untuk melayani penerbangan jemaah haji. Tim Direktorat Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia turun langsung meninjau kesiapan bandara pada Rabu (19/8/2026). Peninjauan ini menjadi angin segar bagi masyarakat Kediri dan sekitarnya yang mendambakan perjalanan ibadah lebih dekat dan nyaman.
Proses visitasi mencakup peninjauan menyeluruh, mulai dari kesiapan apron di sisi udara, kenyamanan terminal penumpang, sistem keamanan, layanan ground handling, hingga pasokan katering jemaah.
Hasil Peninjauan: Infrastruktur dan Pelayanan Dinilai Siap
Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan respons positif. Secara umum, kelengkapan infrastruktur, fasilitas operasional, hingga kesiapan pelayanan penumpang di Bandara Dhoho dinilai sudah sangat memadai untuk standar penerbangan haji.
Direktur PT Surya Dhoho Investama, Maksin Arisandi, menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh catatan peninjauan demi kenyamanan para duyufurrahman (tamu Allah).
”Kami melihat visitasi ini sebagai bagian penting untuk memastikan kesiapan Bandara Dhoho secara menyeluruh. Masukan dari seluruh stakeholder akan menjadi dasar bagi kami untuk melakukan penguatan dan penyempurnaan. Jika nantinya Dhoho dipercaya mendukung embarkasi haji, kami siap memberikan dukungan penuh agar pelayanan kepada jemaah dapat berjalan aman, nyaman, dan baik,” ujar Maksin.
Sinergi Pengelola dan Maskapai Penerbangan
Kesiapan operasional ini juga diimbangi dengan koordinasi intensif bersama pengelola bandara dan pihak maskapai. General Manager PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Internasional Dhoho Kediri menyampaikan bahwa penyesuaian teknis terus berjalan sesuai arahan regulator.
”Dari hasil peninjauan, secara umum Bandara Dhoho telah siap mendukung penerbangan haji. Kami akan terus melakukan penguatan pada aspek-aspek teknis dan memastikan seluruh kebutuhan operasional dapat diselaraskan dengan ketentuan regulator serta kebutuhan airline,” jelasnya.
Maskapai internasional Saudia Airlines turut menerjunkan tim untuk mengecek langsung kesiapan apron dan fasilitas darat. Hasil kaji lapangan dari pihak maskapai menjadi bahan evaluasi bersama agar seluruh prosedur penerbangan haji memenuhi standar internasional.
Matangkan Skema Transit hingga Logistik
Menindaklanjuti visitasi tersebut, seluruh pemangku kepentingan menggelar Rapat Koordinasi di Hotel Grand Surya Kediri pada Kamis (20/8/2026). Pertemuan ini mematangkan detail krusial, mulai dari alokasi slot time penerbangan, skema transit dan akomodasi jemaah, kesiapan tim medis, pemeriksaan imigrasi (CIQ), hingga pengelolaan logistik.
Dengan sinergi yang terus diperkuat, hadirnya embarkasi haji di Bandara Dhoho Kediri diharapkan tak sekadar mempermudah mobilitas jemaah Jawa Timur bagian selatan, tetapi juga menghadirkan pengalaman beribadah yang lebih ramah dan menenangkan sejak dari tanah air. (das)












