Warga Banyuwangi Uji Coba Fenomena Tanpa Bayangan

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/48903414307_49355b55e5_b.jpg
Warga mengamati fenomena hari tanpa bayangan, dimana setiap benda yang diletakan di bawah terik matahari tampak seperti tidak memiliki bayangan. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Tepat pukul 11.08 Waktu Indonesia Barat (WIB), (15/10/2019) wilayah Banyuwangi, mengalami fenomena kulminasi atau fenomena hari tanpa bayangan. Pada fenomena tersebut, letak matahari tepat berada di posisi paling tinggi dari langit.

Saat itulah, matahari akan berada di titik zenit, atau tepat di atas kepala. Akibat fenomena tersebut membuat semua bayangan benda tegak, terlihat menghilang karena bertumpuk dengan benda itu sendiri.

Saat fenomena terjadi, banyak masyarakat yang rela berpanas-panasan di bawah teriknya matahari untuk melakukan uji coba meletakkan benda yang tegak lurus dari matahari. Benar saja, saat warga meletakkan suatu benda di bawah matahari, bayangan benda tersebut tidak tampak kelihatan sebagaimana biasanya.

Tak mau kehilangan momen, warga pun banyak yang mengabadikan fenomena tahunan itu dengan kamera ponselnya.

”Ternyata benar, saat saya mencoba meletakkan benda di bawah terik matahari tadi memang gak ada bayangannya. Bayangannya seperti hilang padahal sebenarnya bayangan benda itu berada tepat tegak lurus pada benda itu sendiri,” kata Suwito, warga Kecamatan Tegaldlimo Banyuwangi.

Seperti diketahui, seluruh wilayah Jawa Timur sudah mengalami hari tanpa bayangan mulai dari wilayah Bangkalan, Madura hingga wilayah Banyuwangi. Pada fenomena ini, tak hanya menyebabkan hilangnya suatu bayangan saat berada di bawah terik matahari, melainkan juga mengakibatkan adanya peningkatan suhu udara yang mencapai 32 derajat celsius saat siang hari.

“Iya selain tidak ada bayangan, dampak lainnya karena fenomena ini suhu udara akan sedikit mengalami peningkatan lebih panas dirasakan masyarakat. Fenomena ini berlangsung dua kali dalam setahun,” kata Dita, Prakirawan BMKG Banyuwangi. (ful)