Tulungagung, Arahjatim.com – Dalam situasi pasca Covid, hampir semua lapisan belum bisa lepas dari prahara dunia terkait hal itu. Hampir semua sektor kehidupan terimbas kondisi ini. Hal yang sangat berdampak adalah tatanan ekonomi, baik dunia maupun masyarakat selaku level terendah. Dalam kondisi seperti inilah kecerdasan menggali potensi dalam berbagai bidang.
Badan Amil Zakat Nasional ( BAZNAS) terus melakukan upaya bagaimana agar sektor usaha daerah, termasuk masyarakat, akan bisa berkembang, maka digagaslah sebuah terobosan ekonomi mikro di tingkat darah, dan di Tulungagung, telah dillounching program keuangan bagi pengembang UMKM, yang permodalanya tidak bisa di dapatkan dari perbankan konvensional.
Penjabat (Pj) Bupati Tulungagung, Dr. Ir. Heru Suseno, MT, meluncurkan program unggulan BAZNAS Microfinance Desa (BMD) pada Jumat, 15 November 2024, bertempat di kantor BAZNAS kabupaten Tulungagung di kelurahan Jepun Tulungagung. Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pendampingan dan pembiayaan mikro berbasis zakat.
Program BMD hadir sebagai respons terhadap peningkatan jumlah masyarakat miskin baru di Kabupaten Tulungagung, yang sebagian besar dipengaruhi oleh dampak pandemi COVID-19 pada 2020. Selain itu, BMD juga bertujuan membantu para pelaku usaha mikro dan UMKM yang masih menghadapi kendala dalam mengembangkan usaha, seperti keterbatasan modal, sumber daya manusia (SDM), teknologi, pemasaran, dan jaringan usaha.
Banyak pelaku usaha mikro yang tidak memenuhi syarat untuk menjadi nasabah bank (non-bankable), sehingga mereka kesulitan mengakses lembaga keuangan formal akibat kurangnya informasi dan pemahaman tentang opsi pembiayaan yang tersedia.
BMD memiliki visi untuk mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat Tulungagung melalui pemberdayaan berbasis zakat dan microfinance. Program ini memberikan akses pembiayaan mikro berbasis syariah kepada masyarakat, serta menyediakan pendampingan untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas bisnis. BMD juga berupaya membangun jaringan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Keberadaan BMD sangat penting di tengah masyarakat, karena selain memberikan pembiayaan mikro, program ini juga memberikan edukasi dan pendampingan kepada pelaku usaha tentang cara menjalankan bisnis sesuai dengan prinsip syariah. Program ini menekankan pentingnya berinfak dan bersedekah di jalan Allah agar usaha yang dijalankan dapat berkembang dengan berkah.
Produk yang ditawarkan oleh BMD adalah pinjaman tanpa bunga, tanpa tambahan biaya, dan tanpa agunan. Pelaku usaha UMKM akan dikelompokkan dalam kelompok usaha yang akan terus didampingi oleh BMD, dengan tujuan menciptakan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.
“Program ini sudah memberikan manfaat. Saat ini ada sekitar 200 orang yang telah memanfaatkan program ini, dan lebih dari 500 orang telah mengantri untuk ikut serta,” ujar Pj Bupati Tulungagung.
Pj Bupati juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tulungagung akan terus memberikan dukungan, terutama terkait dengan tempat yang digunakan untuk program BAZNAS Microfinance. “Pemkab akan menyediakan tempat, sementara pembangunan atau renovasi fasilitas dilakukan oleh BAZNAS sendiri,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.Lp, menyampaikan bahwa peluncuran program Microfinance ini merupakan kolaborasi antara BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Program ini bertujuan untuk memberikan permodalan bagi usaha kecil, UMKM, dan usaha mikro.
“Program ini sangat membantu karena menawarkan pinjaman tanpa bunga, tanpa agunan, dan tanpa biaya administrasi,” jelas Wachid.
Saat ini, lanjut Wachid, BAZNAS telah menerima banyak pengajuan dan telah mengucurkan dana sekitar Rp 200 juta. “Ke depannya, kami berencana untuk mendirikan Microfinance Institute atau pusat kajian pemberdayaan usaha mikro. Insya Allah, program ini akan kami luncurkan pad





