Sumenep, Arahjatim – Insiden penembakan oleh Tim Unit Resmob Satreskrim Polres Sumenep, yang menewaskan Herman (24), warga Dusun Polay Timur, Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding Sumenep mendapat beragam komentar.
Pasalnya, penanganan terhadap Herman yang membawa celurit sambil berjalan kaki di depan Swalan Sakinah, Jalan Adirasa, Kolor Kota Sumenep Minggu (13/3) sore itu diduga di luar kewajaran dan menyalahi undang-undang.
Hal itu disampaikan oleh salah satu tokoh pemuda Ganding, Sumenep Sudirman Roziqin.
Sudirman menilai, pelumpuhan terhadap Herman yang diduga depresi karena masalah rumah tangga dan disebut sebagai begal diduga tak sesuai dengan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 1 Tahun 2009 tentang penggunanaan kekuatan dalam tindakan kepolisian.
“Seharusnya dilumpuhkan saja bukan ditembak sampai mati. Ini sudah menyalahi undang-undang,” kata Sudirman.
Dia juga menilai, bahwa tindakan kepolisian tidak elok. Sudah lumpuh masih dihujani tembakan sampai tewas.
“Seharusnya kan sesuai SOP dan tembakan yang diarahkan ke bagian tubuh yang tidak menyebabkan kematian,” paparnya.
Maka dari itu, Ketua Ranting GP Ansor Gadu Timur, Ganding, Sumenep ini mengecam keras tindakan kepolisian, dan meminta Kapolres Sumenep menindak anggotanya.
“Polres jangan sampai tutup mata dan jadikan ini pelajaran untuk melakukan pengamanan.
Sementara, Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti S berdalih tindakan anggotanya sudah terukur.
Mantan Kapolsek Kota Sumenep itu menjelaskan, anggota bertindak setelah ada informasi begal akan merampas motor pengendara.
Karena tembakan peringatan tak diindahkan, polisi menembak Herman agar tak menimbulkan korban akibat celurit yang dipegang.
Tembakan yang sudah terukur itulah, kata Widiarti, membuat Herman tewas saat perjalanan ke rumah sakit.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, lanjut Widiarti, sebelum ke kota l, Herman diduga terpengaruh miras.
Untuk diketahui, Minggu (13/3) sore, warga dihebohkan pria membawa celurit di tengah Jalan Adirasa, Kolor Sumenep.
Beberapa saat kemudian seperti dalam video yang viral, polisi datang. Sempat dilakukan tembakan peringatan namun tak diindahkan.
Lalu polisi menembak pria berhelm sambil menggenggam celurit yang dikemudian diketahui bernama Herman tersebut.
Dari belasan tembakan, enam peluru bersarang di tubuhnya. Satu dari enam peluru itu tepat melukai dada Herman. (rif)










