”Rumah-rumah itu telah siap dan akan terus ditambah. Targetnya 217 desa/kelurahan di Banyuwangi mengoperasikan satu atau dua rumah singgah atau rumah isolasi , dibantu kecamatan dan warga, disupervisi dan dipantau Puskesmas,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat mengecek salah satu rumah isolasi di Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh.
”Setiap orang ke Banyuwangi dari wilayah terjangkit wajib menjalankan isolasi mandiri 14 hari. Mereka dikategorikan orang dengan risiko (ODR), sebagian bisa jadi orang dalam pemantauan (ODP). Nah, proses isolasi ini bisa jadi problem tersendiri jika di rumahnya terlalu ramai anggota keluarga atau tak ada kamar yang bisa digunakan. Maka, solusinya adalah rumah isolasi,” ujarnya.
Semua ODR dan ODP, lanjut Anas, dalam pemantauan Puskesmas, pemerintah desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Bagi yang isolasi mandiri di rumah masing-masing, Babinsa dan Bhabinkamtibmas keliling ke rumah mereka untuk memastikan mereka menjalani isolasi.
”Desa, Babinsa, Bhabinkambtimas sudah mulai mengirim paket sembako ke rumah-rumah mereka agar isolasinya optimal karena mereka tidak perlu memikirkan kebutuhan dasarnya,” ujarnya.
ODP sendiri adalah orang dari daerah terjangkit Covid-19 atau pernah kontak dengan pasien Covid-19, namun hanya mengalami gejala klinis ringan tanpa pneumonia. Adapun ODR adalah orang dengan riwayat perjalanan dari wilayah terjangkit tetapi tidak merasakan gejala klinis apapun.

“Kebetulan kami punya dua rumah. Sekarang kami pindah ke rumah satunya. Jadi, yang satu ini bisa dijadikan rumah isolasi,” ungkap Rifai yang juga Kepala SMAN Taruna Santri Singojuruh.
”Memang tidak perlu membangun tempat khusus. Manfaatkan balai desa, ruang pertemuan, dan sebagainya,” ujar Anas.
“Kita sudah siap lima kuintal beras hasil gotong royong bersama. Nanti ada pula yang memasakkan,” ujarnya.










