Ia pun melanjutkan, dinamika kehidupan masyarakat di 416 kabupaten anggota Apkasi di seluruh Indonesia tentu memiliki keterkaitan dengan kehidupan nasional maupun global, karenanya institusi yang dipimpinnya konsisten membangun karakter bangsa melalui pemasyarakatan empat pilar MPR RI kepada seluruh elemen bangsa.
“Biar gampang kita mengingat 4 pilar MPR RI ini sebagai PBNU, P merupakan singkatan untuk Pancasila, B untuk singkatan Bhineka Tunggal Ika, N untuk singkatan NKRI dan U untuk menyebutkan UUD 1945,” tambah Bamsoet.
Sosialisasi empat pilar MPR RI, lanjut Bamsoet, adalah dalam rangka membangun rumah kebangsaan, mengawal ideologi Pancasila dan kedaulatan rakyat. “Selama ini kegiatan sosialisasi sudah dilakukan dalam berbagai bentuk, dan satunya kita mulai masuk ke channel-channel media sosial. Saya ini meskipun tidak muda lagi, sekarang mulai menjadi Youtuber untuk menjangkau anak-anak muda,” katanya.
Atas kegiatan sosialisasi empat pilar MPR RI yang sudah dilakukan selama ini, Ade Munawaroh Yasin, Bupati Bogor memberikan masukan dan saran agar kegiatan sosialisasi lebih ditata dan terstruktur dengan target audience yang jelas.
“Saya melihat materi sosialisasi empat pilar ini sangat bagus, sehingga kalau misalnya diprioritaskan kepada dunia pendidikan para siswa dan para mahasiswa, saya yakin outputnya bisa terukur,” ujarnya.

Namun begitu, imbuh Ade, masalahnya kini terkait sekolah daring yang karena Covid-19 dituntut belajar di rumah, menjadi kesulitan bagi desa-desa yang tidak terjangkau sinyal provider telekomunikasi.
“Jadi warga kami yang di desa-desa ini tidak bisa ngapa-ngapain pak. Guru mau ke rumah-rumah juga tidak memungkinkan karena jangkauannya terlalu luas. Mohon kiranya dibantu oleh pemerintah untuk mengimbau agar provider-provider itu di tengah Covid19 ini mau memperhatikan kebutuhan orang-orang desa dengan membangun dan masuk ke desa-desa yang masih banyak blank-spotnya,” tutur Bupati Bogor ini. (apkasi/erkoes)










