Tegas, Dugaan Insiden Anggota DPRD Tulungagung dan Satpam RSUD Dilaporkan Ke Polisi. ” Ini Sudah Seijin Pimpinan “

oleh
oleh

Tulungagung, ArahJatim.com –Kejadian toyor kepala yang diduga dilakukan oleh anggota DPRD Tulungagung kepada satpam RSUD dr Iskak telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Senin 3/7/2023 kemarin.

Sebelum dilaporkan ke Polisi, manajemen RSUD dr Iskak sudah memberikan kesempatan kepada anggota DPRD itu,untuk minta maaf kepada institusi, tapi tidak dilakukan.

Seperti yang telah viral di medsos, masyarakat disuguhkan adanya tayangan insiden di Rumah sakit dokter Iskak Tulungagung, tepatnya di gedung Graha Mandiri.

pasang iklan_rev3

Keterangan itu resmi disampaikan Management RSUD, melalui Kabag Tata Usaha RSUD dr Iskak, Eko Sudharmono.

“Itu kejadiannya malam takbir Rabu, jam 21.30 -28 /6/2023, dan setelah kejadian hingga saat ini tidak komunikasi dari anggota DPRD tersebut,” kata Kabag Tata Usaha RSUD dr Iskak, Eko Sudharmono kepada ArahJatim.com.

Menurut Eko, laporan polisi itu adalah bagian dari komitmen institusi dalam memberikan perlindungan terhadap semua pegawai. Sehingga, semua kejadian yang melibatkan pegawai RSUD dr Iskak khususnya saat jam kerja akan ditindaklanjuti, apalagi kejadian itu ada sentuhan fisik didalamnya.

Selain itu, lanjut Eko, RSUD dr Iskak adalah kantor pelayanan publik maka manajemen mempunyai tugas mengawal setiap kejadian dengan secara proposional dan profesional.

“Jika anggota DPRD tersebut mempunyai iktikad baik dengan mengakui kesalahan dan meminta maaf, akan kami terima,” ucapnya.

Eko mengaku, manajemen RSUD dr Iskak juga mempunyai tanggung jawab dalam memberikan perlindungan terhadap semua pegawai termasuk perlindungan hukum.

Secara umum pihaknya juga sudah mendapat keterangan langsung dari AZ tenaga Satpam yang yang saat itu terlibat insiden, dan akan meneruskan hal ini kepada rapat, langkah yang akan ditempuh.

” Kejadian ini sudah kami konsultasikan dengan pimpinan, dan mendapat dukungan, sebagai konsekwensi melindungi anggota atau devisi yang ada di organisasi rumah sakit “, tambah Eko.

Sementara, secara gamblang, ketika tim ArahJatim.com melakukan klarifikasi, terhadap anggota DPR yang dimaksud, pihaknya menolak kalau melakukan insiden pemukulan.

JK, anggota dewan itu menjelaskan kronologi yang mengawali insiden itu, dengan menurutnya sejak sebelum masuk ruangan, dan masih ditempat parkir, pihak satpam melakukan teguran yang kasar.

” Hal itu terjadi karena satpam RSUD dr Iskak sudah keterlaluan atau tidak mempunyai etika dalam memberikan teguran kepadanya. Kalau cara menegurnya pakai etika, tidak mungkin itu terjadi. Kemudian kejadian kedua ketika kami masuk keruangan dan juga ketemu orang yang sama , dan satpam tersebut juga mengingatkan agar anak kami yg usia 8 tahun tidak boleh diajak masuk, karena katanya peraturannya demikian. Saat itu dihadapan anak dan istri saya , lagi lagi cara memberitahuan juga masih dengan tidak beretika, dan terkesan kasar dan sok kuasa, itu yang membuat saya emosi. Tapi tegas saya tidak melakukan pemukulan seperti yang dikesankan saat vidio itu beredar “. tegas JT. (dni)

No More Posts Available.

No more pages to load.