Tangisi Kematian Sang Buah Hati yang Ditembak Mati, Fatimah Sesali Tindakan Polisi

oleh -
oleh

Surabaya, ArahJatim.com – Kematian M. Agung Hidayat (26) menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban, kematiannya menimbulkan tanda tanya bagi sang ibunda yang meratapi kematian anaknya itu.

Hajah Fatimah, begitu julukannya, menceritakan kronologi kejadian anaknya yang mendadak meregang nyawa setelah ia sempat ingin menemuinya di Mapolsek Pabean Cantikan pada Selasa malam (29/9).

Fatimah menceritakan secara detail bagaimana ia kehilangan anak ketiganya itu yang hendak menikah di penghujung tahun 2021 ini. Agung yang tersandung kasus penyalahgunaan obat-obatan teralarang terpaksa ditembak oleh pihak kepolisian lantaran ia berusaha kabur saat diintrogasi polisi di Mapolsek Pabean Cantikan.

pasang iklan_rev3

“Katanya memang kabur, tapi kenapa sampai ditembak mati? Itu yang saya sesalkan dari pihak polisi. Toh ya bilang sama saya baik-baik. Pasti saya kembalikan ko,” kata Fatimah sembari menangis tertunduk pilu ketika memberikan keterangannya pada Kamis (31/9).

Ia mengatakan jika dirinya sempat mendatangi Polsek Pabean Cantikan pada pukul 12 malam Kamis itu. Dan polisi sempat mengatakan padanya jika anaknya bisa dilakukan rehabilitasi karena masih menggunakan sabu sebanyak dua kali.

“Tapi kenapa saya sebagai ibunya ko tidak bisa menemui anak saya waktu di Polsek? Itu anak saya loh. Alasannya karena proses penyelidikan,” ungkapnya dengan menyeka air mata.

Mendengar kata Rehab, Fatimah pun mendatangi tempat rehabilitasi di Menanggal, Surabaya. Di sana Fatimah diberikan penjelasan jika biaya rehabilitasi nantinya akan memakan biaya sebesar 6 juta rupiah. “Saya bilang mau konsultasi sama abahnya,” imbuh Fatimah.

“Saya kaget pas datang orang yang ngabarin saya kalau anak saya mati tertembak karena kabur dari polsek,” ujarnya.

Dari pengakuannya setelah melihat jenazah putranya, Fatimah mengatakan jika anaknya menerima 3 hingga empat tembakan di kaki sebelah kanan.

“Di kaki betis itu satu ya, terus di paha 3 atau 4 saya lupa. Ada fotonya ko’. Jangan ditembak di paha, itu kena pembuluh darah. Anak saya kehabisan darah jadinya,” katanya lagi.

Pada kesempatan yang berbeda, Kapolsek Pabean Cantikan, Kompol Hegy Renanta membenarkan kejadian tersebut. Hegy mengatakan jika tersangka berusaha melarikan diri yang membuat petugas melakukan tindakan tegas terukur.

“Tersangka melairkan diri, saat itu petugas terpaksa melakukan tindakan tegas terukur kepada tersangka,” ungkap Kompol Hegy di Polsek Pabean Cantikan, Kamis (30/9).

Namun saat ditanya mengenai kaburnya tersangka melalui plavon Polsek Pabean Cantikan, Hegy menjawab jika sedang dilakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.

“Masih kita lakukan pengembangan terkait kasus ini,” imbuh Kapolsek Hegy.

Menurut pengakuan petugas kepolisian, dari tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu klip sabu bekas pakai dan satu unit motor tanpa kelengkapan surat.

No More Posts Available.

No more pages to load.