Kediri, ArahJatim.com – Siapa sangka, kehadiran para “superhero” bisa membuat anak-anak semakin rajin sekolah? Itulah yang terjadi di Tempurejo, Kota Kediri. Program Makan Bergizi (MBG) yang biasanya hadir dengan petugas berseragam standar, kini tampil beda: para petugas distribusi datang mengenakan kostum Power Rangers. Hasilnya? Antusiasme anak-anak membludak.
Irvan Dwi Saputra, Asisten Lapangan SPPG Tempurejo, menceritakan bahwa ide ini berawal dari kreativitas salah satu petugas.
“Kebetulan di rumahnya ada beberapa kostum. Lalu muncul ide, kenapa tidak dipakai saja untuk membangkitkan semangat belajar siswa,” ujar Irvan, usai mengantarkan Program MBG di Sekolah SDN Gletih 1 Kecamatan Pesantten, Kamis (27/11/2015).
Tanpa diduga, gagasan sederhana itu langsung mendapat sambutan positif, baik dari sekolah maupun para siswa.
Dengan empat petugas, yang semuanya adalah driver distribusi, MBG dikirimkan ke 19 sekolah dan satu posyandu di Tempurejo. Total 2.126 porsi dibagikan setiap harinya. Jadwalnya fleksibel, tetapi kini ada satu hal yang dinanti anak-anak: kostum superhero apa yang akan datang hari ini?
Anak-Anak Menyambut dengan Riang: “Pengin Cepet Makan!”
Di lapangan, dampaknya terasa nyata. Anak-anak yang sebelumnya sekadar menunggu jatah makan, kini terlihat berlarian menghampiri para Power Rangers yang datang mengantar menu.
Plt Kepala SDN Gletih 1, Fauziyatul Laili, mengatakan suasana sekolah menjadi jauh lebih hidup.
“Anak-anak itu langsung tertarik dan ingin cepat-cepat makan. Hari ini Power Rangers, besok mungkin bisa ganti karakter lain. Kostum seperti ini bikin mereka makin senang,” ujarnya.
Ia menilai sajian dari dapur MBG juga cukup baik dan segar. “Jeruknya seger, rotinya habis, anak-anak suka. Menu kering juga bisa divariasikan. Mereka sering tanya, ‘Bu, kok hari ini bukan susu?’ Jadi memang variasi itu penting,” tambahnya sambil tersenyum.
Marcelo Anindra Putra, siswa kelas 6, mengaku senang bukan main. “Suka banget menunya variatif, apalagi pengasihannya pakai kostum superhero. Habis makan langsung kenyang dan semangat lagi. Hot dog sama jeruk favorit saya!”
Di Pinggiran Kota, Dampak MBG Terasa Lebih Dalam
Di SDN Tempurejo 2 yang memiliki 209 siswa, sambutan tak kalah meriah. Kepala sekolah Bu Mia Sumiatun menyebut program ini membawa perubahan nyata, terutama karena kondisi sekolah mereka yang berada di area pinggiran kota.
“Kami menerima MBG awal November. Anak-anak sangat antusias. Bahkan yang biasanya tidak masuk karena kurang enak badan, sekarang semangat datang hanya untuk tahu ‘besok menu MBG apa?’,” ungkapnya.
Bu Mia melihat MBG tak hanya memberi gizi tambahan, tetapi juga meningkatkan kedisiplinan.
“Anak-anak jadi lebih tertib mengikuti pelajaran dan rajin masuk. Menu yang diberikan juga lengkap, karbo, protein, vitamin, semua sesuai standar.”
Meski kadang distribusi hari Jumat datang lebih siang karena jam pulang lebih cepat, hal itu tak jadi masalah. “Biasanya mereka makan bersama setelah latihan pramuka. Di luar kelas atau di dalam kelas yang penting kebersamaan dan kegembiraannya.”
Fela, murid kelas 6 SDN Tempurejo 2, menuturkan dengan lugas: “Senang banget, menunya beda-beda. Jadi semangat sekolah, besok pingin tahu menu apa lagi.”
Lebih dari Sekadar Makanan—Ini Tentang Kebahagiaan Sekolah
Kreativitas kecil menghadirkan perubahan besar. Kostum superhero bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi jembatan antara program pemerintah dengan dunia anak-anak yang imajinatif. MBG tidak lagi hanya soal makan bergizi, tetapi juga pengalaman menyenangkan yang membuat mereka betah, ceria, dan termotivasi untuk datang ke sekolah.
Irvan menutup dengan harapan, “Kalau ada ide kostum lain nanti bisa kita kembangkan. Yang penting anak-anak senang, semangat belajar, dan tumbuh sehat.”
Di Tempurejo, setiap pagi kini tak cuma menanti bel masuk. Anak-anak menantikan kedatangan para “pahlawan” yang membawa makanan sehat, sebuah bukti bahwa kepedulian dan kreativitas mampu membangkitkan tawa, semangat, dan masa depan yang lebih cerah bagi mereka. (das)










