Tulungagung, Arahjatim.com – Bumi Perkemahan Hutan Kandung, di era 90-an sangat dikenal masyarakat Jawatimur, bahkan nasional. Dengan menyebut bumi Kandung,maka dipastikan masyarakat akan tertuju di salah satu kecamatan daerah Tulungagung yaitu kecamatan Rejotangan.
Untuk tetap mengenang sejarah dannicon kecamatan Rejotangan, maka setiap tahun, daerah itu selalu membuat event kebanggan, yang dinamai Festival Kandung. Dalam agenda itu, sajian selain melakukan pameran bersama seluruh desa yang berjumlah 8, selalu menggelar stan STAN yang berisi makanan khas desa, juga menampilkan jenis jenis usaha desa desa. Dalam kegiatan itu komunikasi antar warga desa se kecamatan selalu terjaga.
Tahun ini, yang bertepatan dengan rangkaian hari jadi kabupaten Tulungagung yang ke 820, kembali,selama tiga malam agenda itu juga dilangsungkan. Acara dimulai tanggal 21-23 Nopember 2025, berjalan cukup sukses dan lancar. Camat kecamatan Rejotangan, Didi Jarot Nursamsu AP, Sabtu malam 22/11/2025 mengaku saat penutupan, tahun ini ada 16 instansi, dan sekitar 160 komunitas pedagang UMKM , sukses ngikuti agenda tahunan tersebut.
” Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, dari pelaku UMKM hingga generasi muda, untuk turut serta menunjukkan bakat dan kreativitas masing masing. Dengan adanya bazar UMKM ini, kami berharap dapat menciptakan jejaring usaha yang lebih kuat, serta membuka kesempatan lebih besar bagi pelaku UMKM dan seni budaya untuk berkembang,”ungkap camat yang terkenal cukup familar ini.
Selain itu, berbagai kegiatan seni budaya juga digelar. Dalam Kandung Festival 2025, beberapa agenda budaya juga dilakukan. Beberapa itu antara lain kajian dan penelitian situw situa budaya oleh generasi muda, dan beberapa lembaga kampua. Untuk pentas, gelaran tari Tiban, Langen Beksan, pentas Akustik reog gendang, jaranan serta Sholawatan.
Ditambahkan Camat Rejotangan, dirinya berharap, agar seni budaya dan religi bisa berjalan lancar bisa berjalan beriringan.
Dari pantauan tim Arahjatim, dalam prosesi penutupan 22/11/2021 lbanyak masyarakat pembuka lapak yang kecewa, karena waktunya terbatas.
Dalam penutupan Festival Kandung,Sabtu malam, acara digelar di kecamatan itu cukup Luar biasa. Slamet,(52) tokoh dan pegiat UMKM,berharap tahun depan bisa lebih banyak lagi pesertanya dan ditingkatkan, sehingga masyarakat kecamatan Rejotangan Tulungagung, mampu menggerakkan perekonomian lokal, seiring visi- misi pemimpin daerah Tulungagung. ( don1).












