Blitar, ArahJatim.com – Tim Pengawal, Pengaman, Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kota Blitar yang terdiri dari DPRD, Dinas PUPR, Inspektorat, Bappeda, Kejaksaan dan kepolisian melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek peningkatan kualitas jalan di ruas Jalan Maluku dan Halmahera Kota Blitar.
Adapun teknik pengecekan menggunakan alat coredrill atau bor, secara acak zig zag yakni bagian pinggir kiri ke tengah kemudian pinggir kanan kembali lagi ke tengah dan seterusnya.
Diawali di bagian pinggir kiri ujung ruas Jl. Maluku, setelah dibor kurang lebih diameter 20 cm diukur ketebalan lapisan aspalnya 6 cm melebihi dari standar sesuai spek (spesifikasi) dalam kontrak kerja 4 cm.
Ketika berpindah ke pinggir sebelah kanan berjarak sekitar 50 meter dari titik pengecekan kedua inilah, ditemukan lapisan aspalnya hanya 2,8 cm jauh dibawah standar spek yang ditentukan 4 cm.
“Dari pengecekan acak menggunakan coredrill tadi, ditemukan adanya lapisan aspal yang hanya 2,8 cm. Ada lapisan atau hamparan yang tidak merata ketika mengaspal,” ujar Nuhan.
Sementara Kabid Bina Marga dan Sumber Daya Air, Joko Pratomo ketika dikonfirmasi di sela-sela pngecekan mengatakan jika adanya lapisan aspal yang tipis dibagian pinggir, karena memang harus demikian.
“Agar air hujan bisa mengalir masuk ke saluran, jadi memang harus demikian bentuknya. Kalau rata, tentu air tidak bisa mengalir ke saluran dan menggenang,” kata Joko.
Inspeksi mendadak ini dilakukan Tim TP4D Kota Blitar, karena adanya laporan dari warga yang menyatakan bahwa aspal jalan di ruas Jalan Halmahera jelek. (mua)











