Banyuwangi, ArahJatim.com – Meski diwarnai hujan interupsi oleh beberapa cabang olahraga (cabor), Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Banyuwangi berjalan mulus dan kondusif. Musorkab yang berlangsung di Wisata Alam Indah Lestari (AIL) Rogojampi, Minggu (1/9/2019) sore, secara aklamasi memilih Mukayyin sebagai Ketua KONI Banyuwangi. Mukayyin yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris KONI meraih dukungan mayoritas dari 31 cabor yang memiliki hak suara.
Ketua harian KONI Jatim, Muhammad Nabil mengatakan, terpilihnya Mukayyin sebagai Ketua KONI Banyuwangi yang baru sudah sah. Mukayin menggantikan Michael Edi Hariyanto untuk masa jabatan empat tahun ke depan. Tidak ada aturan yang dilanggar dalam proses Musorkab.
Musorkab digelar karena Michael Edy Hariyanto telah dilantik menjadi anggota DPRD periode 2019-2024. Sebab sebagai pejabat publik, tidak boleh merangkap jabatan, Michael harus mengundurkan diri dari jabatan Ketua KONI. Namun sebelumnya, KONI Jatim menolak pengunduran diri Michael sebelum digelar Musorkab untuk mencari pengganti.
“Produk hasil Musorkab legal karena tidak ada aturan yang dilanggar. Kami meminta Pak Michael supaya mencari penggantinya. Salah satu cara dengan menggelar Musorkab. Musorkab ini normal, tidak melanggar. Tidak ada larangan untuk mempercepat,” tegas Nabil.
Isu KONI Jatim tidak merestui dan berencana membubarkan Musorkab dibantah oleh Nabil. Sebagai bukti, pelaksanaan Musorkab ini dia buka sebagai bentuk pemberian restu.
“Tidak ada rencana KONI Jatim bakal membubarkan Musorkab KONI Banyuwangi. Kalau hendak dibubarkan kenapa tidak saya buka,” kata, Nabil.
Olahraga tidak hanya bicara prestasi. Tapi ada rekreasi dan industrialisasi. Anggaran tidak maksimal tapi semangat para atlet tetap tinggi berarti mereka punya tanggung jawab moral.
Michael Edy Hariyanto mengaku, meski tugasnya sebagai Ketua KONI selesai setelah digelarnya Musorkab, bukan berarti tidak mau mengurusi olahraga. Saat ini posisinya duduk di kursi DPRD, dirinya berjanji tetap akan memajukan olahraga.

Michael juga berpesan kepada ketua dan pengurus KONI Banyuwangi yang baru, ke depan bisa mengelola anggaran dengan baik dan transparan serta melakukan pembinaan secara maksimal kepada atlet agar berprestasi dan mengharumkan nama Banyuwangi.
“Kalau menjadi pengurus KONI hanya karena uang, ya bahaya. Saya berpesan, lanjutkan program yang sudah baik agar seluruh Cabor senang. Saya akan mengawal dari luar,” pesan Michael.
Sementara itu, Mukayyin merasa bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh cabor yang sudah memberi amanah kepadanya untuk memimpin KONI Banyuwangi dalam empat tahun ke depan. Dirinya berjanji akan bekerja secara maksimal dan totalitas. Dirinya juga berharap kepada media untuk memberi masukan, kritik dan saran yang membangun agar olahraga di Banyuwangi ke depanya lebih baik.
Terkait pengelolaan anggaran, dirinya berjanji akan lebih transparan dan sesuai peruntukan sebagaimana mestinya. Bukan berdasarkan kedekatan, melainkan berdasarkan prestasi dan jumlah cabor.
“Alhamdulillah Musorkab berjalan lancar dan kondusif. Terima kasih kepada teman-teman cabor yang sudah memberi amanah, saya akan bekerja lebih totalitas. Saya juga minta masukan, saran dan kritik kepada teman-teman media. Jangan ditulis yang bagus-bagus saja. Kalau jelek ya beritakan jelek. Jangan ditutup-tutupi dan jangan dipelintir-pelintir. Tentang anggaran, saya akan lebih transparan sesuai peruntukannya” pungkas Mukayyin. (ful)










