Ratusan Petani Satak Penuntut Lahan Garap Gruduk Kantor Perhutani Kediri 

oleh -
oleh
Ratusan Petani Penuntut lahan garap Desa Satak Kabupaten Kediri Demo di kantor Perhutani Kediri, massa membakar ban bekas dan sempat memblokir jalan raya propinsi jl Hasanuddin Kota Kediri (Foto:arahJatim.com)

Sengketa lahan garap tanah Perhutani seluas 212 hektar di Desa Satak Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri, ini sudah berlangsung lama, sudah 3 kali mediasi selalu bertepuk sebelah tangan, Tak ada penyelesaian yang bisa memuaskan antara kedua pihak. Diharapkan pihak Muspika, Polisi, Perhutani, harus bekerja keras lagi  untuk menyelesaikan sengketa tanah ini, jika lama berlarut-larut, takut warga atau masa mengambil pengadilannya sendiri.

Kediri, ArahJatim.com – Ratusan petani penuntut lahan garap tanah perhutani warga Desa Satak Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri menggeruduk kantor Perum Perhutani Kediri. Mereka menggelar aksi menuntut Ketua LMDH Eko Cahyono, diturunkan dari jabatannya, Senin (18/11/2024). 

Massa juga memblokir jalan raya di depan kantor Perhutani, Jl. Hasanudin No .27 , Dandangan, Kec. Kota, mereka membakar ban di tengah jalan. Aksi sempat memanas saat petugas memadamkan api dan menyuruh massa ke pinggir. 

pasang iklan_rev3

Pendemo juga membawa berbagai macam poster tuntutan. Seperti turunkan ketua LMDH Eko Cahyono, kami warga Desa Satak membutuhkan lahan garapan untuk kelangsungan hidup. 

Bahkan massa juga membawa foto Presiden Prabowo dan Wapres Gibran. Selain itu massa juga meminta Presiden Prabowo mengusut tuntas mafia tanah di Desa Satak. Selanjutnya Perwakilan massa dipersilahkan masuk untuk menyampaikan aspirasinya. 

Usai mediasi dengan Perhutani, Korlap aksi Nurul Budianto menuntut jika ketua LMDH Eko Cahyono harus turun dari jabatannya. Karena Eko sudah menyalahgunakan wewenangnya, untuk meminta sejumlah warga yang akan menggarap lahan Perhutani. Selain itu massa menilai jika Eko Cahyono arogan, dengan puluhan tahun menjabat ketua LMDH, tapi tidak mau diganti. 

“Hasil dari mediasi tadi, kita langsung melakukan musyawarah besar di balai Desa Satak, dan Ketua LMDH Eko Cahyono langsung kita turunkan. Karena Eko Cahyono sudah melakukan pungutan kepada warga dengan iming-iming akan diberi garapan, namun kenyataannya warga tidak diberikan tanah garapan, dan justru tanah garapan disewakan kepada Kepala Desa Satak,” Kata Nurul Budianto, korlap aksi. 

Sementara Waka Adm Perhutani Hermawan mengatakan,  pihaknya akan menghentikan penggarapan lahan di Desa Satak, sampai ada titik temu antara warga dengan pihak LMDH. Dan terkait aspirasi dari warga yang menuntut ketua LMDH Eko Cahyono diturunkan dari jabatannya, pihaknya tidak bisa bertindak, karena mereka punya ad/art sendiri. 

“Karena masih ada sengketa terkait tanah garapan, maka pihaknya akan menghentikan penggarapan lahan tersebut, sampai ada titik temu warga dengan LMDH. Sedangkan tuntutan agar Eko Cahyono diturunkan dari ketua LMDH, pihaknya tidak bisa bersikap. Karena LMDH punya ad/art sendiri, yang hanya bisa diturunkan oleh anggota LMDH.” Jelas Hermawan, Waka Adm Perhutani Kediri. (das) 

No More Posts Available.

No more pages to load.