Puluhan Ijasah Kelulusan Tertahan. SMAN Kauman Tulungagung. ” Kami Tidak Menahan”

oleh -
oleh

Tulungagung, Arahjatim.com – Dalam setiap kelulusan periode sekolah, masalah ijasah yang tertahan disekolah, selalu menjadi konsumsi publik yang seksi. Seperti halnya yang dialami salah seorang siswi di lembaga Sekolah Menengah Aras Satu Kauman ( SMANSAKA) Tulungagung.

PZ, siswi lulusan tahun lalu, sampai saat ini mengaku belum bisa mendapatkan ijasah kelulusan. Hal ini menurut pengakuan yang disampikan, dan dampingi kedua orang tuanya, ( AT-SR ) dirinya susah mengambil ijasah, karena menurut catatan, pihaknya belum bisa melunasi dana sumbangan yang diperkirakan kisaran tiga jutaan lebih. Dirinya merasa kecewa dengan hal ini.

” Saya sudah minta surat kelulusan saja susah, apalagi ini untuk keperluan mencari pekerjaan. Pada waktu itu saya justru diberikan catatan dari pihak sekolah yang berisi nominal tanggungan dana sumbangan, dan surat keterangan kelulusan, tidak diberi. Angka pastinya diatas 3 jutaan”. ungkap siswi lulusan 2023,XII IPS 2.

pasang iklan_rev3

Hal yang sama juga disampikan AT, warga Kalangbret, orang tua siswi PZ. Memang saat ini dari segi ekonomi, jumlah uang itu belum bisa di serahkan kesekolah. Pihaknya berharap sekolah memberikan ijasah anaknya , agar bisa digunakan untuk melamar pekerjaan, setelah lulus dari SMA.

Menyikapi opini publik, termasuk keluhan PZ dan termasuk puluhan siswa alumnus SMANSAKA yang ijasahnya masih belum terambil, kepala sekolah SMANSAKA, Agus Sugiarto, menyatakan tidak betul kalau ditahan di sekolah , Kamis,17/10/2024. Melalui humas dan kasi Administrasi pihaknya menjelaskan itu adalah salah persepsi yang satu pihak.

” Jadi begini, untuk proses ijasah bisa diambil itu mekanisme adalah, siswa/wi setelah dinyatakan lulus, mereka harus cap tiga jari. Setelah itu surat ditanda tangani kepala sekolah, dan dicek apa masih ada tanggungan buku perpus atau tidak , lalu ijasah bisa diambil. Jadi tidak benar kalau ada opini harus dibebani tanggungan keuangan . Itu tidak benar. Selama prosedur dijalankan oleh siswa , datang kesekolah dan cap tiga jari, ijasah bisa diambil. Ungkap pak Supar Spd.Mpd. didampingi Bu Ciwik Humas

Menyikapi masih banyaknya opini miring tentang lembaganya, pihaknya memberi tahu kepada media. Kalau ada upaya penahanan ijasah itu tidak ada.

” Mas, di sekolah kami ini justru memberikan layanan, kalau ijasah tidak diambil, maka kami yang akan mengantar ke rumah lulusan, dengan biaya operasional pengantaran, yang ditanggung sekolah “, pungkas pak Supar. ( don1 )
.

No More Posts Available.

No more pages to load.