PP Lirboyo Kediri Tegaskan Ikuti Keputusan Sidang Itsbat Pemerintah untuk Ramadhan dan Lebaran

oleh -
oleh

Kediri, ArahJatim.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Pondok Pesantren Lirboyo Kediri secara resmi merilis maklumat terkait penetapan awal puasa dan Idul Fitri. Pesantren yang menjadi rujukan santri se-Nusantara ini menegaskan komitmennya untuk selaras dengan keputusan pemerintah.

​Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo, H.M. Abdul Muid Shohib atau yang akrab disapa Gus Muid, menjelaskan bahwa sikap ini diambil demi menjaga marwah syariat sekaligus persatuan umat di Indonesia.

Berpegang pada Fiqh Mu’tabar: Hisab dan Rukyah

​Dalam pres liris tertulisnya Selasa (17/2/2026), Gus Muid menekankan bahwa Lirboyo tidak bergerak tanpa landasan hukum Islam yang kuat. Lirboyo secara konsisten berpegang pada fiqh mu’tabar (hukum fiqh yang diakui) dalam menentukan penanggalan hijriah.

pasang iklan orange

​”Prinsip kami jelas, menggunakan hisab sebagai landasan perhitungan awal dan rukyah (pemantauan hilal) sebagai penentu akhir. Metode ini sejalan dengan acuan yang digunakan pemerintah dalam Sidang Itsbat,” ujar Gus Muid di Kediri.

​Karena alasan teknis dan syar’i tersebut, Lirboyo merasa tidak perlu melakukan ikhbar atau mengumumkan awal Ramadhan maupun Lebaran mendahului keputusan resmi negara.

Filosofi “Hukmul Hakim Yarfa’ul Khilaf”

​Lebih lanjut, Gus Muid memaparkan alasan mendasar di balik kepatuhan Lirboyo terhadap hasil Sidang Itsbat. Menurutnya, keputusan pemerintah adalah solusi terbaik ketika muncul potensi perbedaan pandangan di tengah masyarakat.

​”Kami berpegang pada kaidah fiqh: Hukmul hakim yarfa‘ul khilaf. Artinya, keputusan pemerintah dapat mengakhiri perbedaan. Ini adalah panduan yang paling membawa kemaslahatan bagi umat Islam,” tegas Gus Muid.

​Sebagai bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU), Lirboyo juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah PBNU yang menjadikan Sidang Itsbat sebagai rujukan bersama.

Tetap Menghormati Perbedaan Ormas Lain

​Meski memiliki sikap tegas untuk mengikuti pemerintah, Gus Muid menyatakan bahwa Lirboyo tetap menjunjung tinggi nilai toleransi. Ia menyadari bahwa ada berbagai ormas Islam atau pesantren lain yang mungkin memiliki metode berbeda dalam menetapkan 1 Ramadhan.

​”Lirboyo tetap menghormati sikap ormas maupun pesantren yang menetapkan awal Ramadhan lebih dulu, sekalipun hasilnya berbeda. Komitmen kita adalah pada ukhuwah Islamiyah dan persatuan umat,” tambahnya.

Pesan untuk Umat Muslim

​Menutup keterangannya, Gus Muid mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut bulan suci dengan penuh kegembiraan dan fokus pada ibadah.

​”Selamat menyambut bulan suci Ramadhan. Semoga Allah SWT menjadikannya sebagai bulan penuh keberkahan dan ladang pahala bagi kita semua,” pungkasnya. (das)

No More Posts Available.

No more pages to load.