Petani Kelapa Eks Karesidenan Kediri Sambat Terkait Hama Kwangwung

oleh -
oleh

Blitar, ArahJatim.com – Belum adanya penanganan serius pemerintah terhadap kesulitan petani kelapa, hampir seratus petani di beberapa wilayah,Selasa,11/7/2023 termasuk Blitar, Tulungagung, Kediri, berkumpul di desa Maron, kecamatan Wonodadi Blitar. Para petani tersebut melakukan forum diskusi, bersama pejabat terkait, termasuk dinas Propinsi, dinas kabupaten, petani dan perangkat dari unsur pemerintah.

Bertempat di Kantor Desa Maron, Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, petani kelapa yang datang dari wilayah Kabupaten Tulungagung, Kediri dan Blitar membahasnya bersama akademisi, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar serta Dinas Perkebunan Jawa Timur.

Kegiatan yang dimotori langsung oleh Dr Ir Slamet Soedarsono, Perencana Ahli Utama di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) ini, meski serius tetap santai dan penuh kekeluargaan.

pasang iklan_rev3

Salah seorang peserta diskusi, Maryono, dari Blitar mengatakan , pemerintah seakan tidak peduli dan terlalu teoritis bila diajak diskusi keluhan petani.

“Virus Covid-19 yang tidak terlihat saja bisa diatasi, ini binatang yang bisa dilihat kok malah sudah 25 tahun tidak dapat diberantas. Setelah kelapa diserang Kwangwung, lambat laun penghasilan masyarakat desa di Blitar semakin turun dan kini bahkan tidak tersisa lagi.” kata Maryono.

Selain Maryono, warga dan tokoh masyarakat lain seperti Azis, Mbah Joyo dan Jemono juga mengungkapkan keadaan yang hampir sama. Mereka prihatin dan meminta pemerintah segera melakukan penelitian dan pengendalian, sehingga kedepan pohon kelapa dapat ditanam serta menjadi salah satu sumber penghasilan lagi.

Yang menarik, Nara sumber dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang, Hagus Tarno , akhirnya dengan gamblang memaparkan persoalan kwangwung ini.

Ada tiga hal yang dapat dilakukan pemerintah dan petani kelapa, diantaranya pemberantasan, pengendalian dan pengelolaan. Sementara itu, salah seorang peserta dari Tulungagung, Sudikan mengatakan pohon kelapa miliknya banyak yang dapat diselamatkan dengan pemberian tembakau.

“Dengan menyisipkan tembakau di sela-sela tapas atau batang daun (bongkok) kelapa, kwangwung tidak menyerang dan masih banyak yang selamat,” tuturnya.

Dari catatan di wilayah Blitar,Tanaman kelapa tinggal 10 %. karena serangan Hama kwangwung, karena Hama kwangwung.(dni)

No More Posts Available.

No more pages to load.