
Kediri, ArahJatim.com – Kementerian Pertanian Republik Indonesia memberikan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada para petani di Kabupaten Kediri. Pemberian alsintan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam meningkatkan produksi pertanian baik tingkat regional maupun nasional dalam rangka program swasembada pangan.
Penyerahan alat mesin pertanian ini dilakukan langsung oleh Dr. Ir. Sumarjo Gatot Irianto, selaku Direktur Jendral Tanaman Pangan Kementerian Pertanian kepada sejumlah kelompok tani di Desa Ngampel, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri.
Hadir dalam penyerahan bantuan tersebut Prof. dr. H. Rizal Djam, anggota IV BPK – RI, Eva Kusuma Sundari, Komisi XI DPR-RI dan Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno bersama Kepala Dinas Pertanian Anang Widodo. (21/2)
Anggaran pemerintah untuk alsintan ini dirasa masih terbatas, oleh karena itu untuk penyerahan dilakukan sistem prioritas kepada gapoktan yang memiliki prestasi yang baik daripada yang lain. Selama pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla alokasi dana untuk pertanian meningkat 5 sampai 10 kali dibandingkan era sebelumnya.
“Kami memberikan bantuan alat mesin pertanian kepada Kelompok Tani Sejati Mulyo Desa Ngampel, Kecamatan Papar, karena gapoktan di sini melakukan pekerjaan yang teruji dan terbukti,” jelas Sumarjo.
Dalam penyerahan bantuan ini, Dirjen Tanaman Pangan bersama rombongan melihat peternakan sapi yang dikelola kelompok tani dan proyek rehabilitasi jaringan irigasi yang masih dalam kondisi baik meski telah dibangun sejak 2010.
Pihaknya optimis pemberian bantuan alsintan kepada para petani di seluruh Indonesia mampu menambah perluasan areal minimal 500.000 – 600.000 hektar dengan kenaikan produktifitas padi rata-rata 0,2 kuwintal per tahun.
Bantuan alsintan untuk petani di Kabupaten Kediri ini berupa alat mesin prapanen yaitu, sebanyak tujuh unit traktor roda dua, tujuh pompa air dan alsintan pasca panen sebanyak lima unit power thresher.
Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno sangat mengapresiasi pemberian bantuan alat mesin pertanian dari Kementerian Pertanian kepada para petani di Kabupaten Kediri.
Baca Juga :
- Air Mancur Menari, Wahana Rekreasi Baru Warga Kediri
- Di Kediri Ada Sekolah Alam Bahasa Inggris Dengan Biaya Rp 2000 Rupiah
Sekitar 85 persen penduduk di Kabupaten Kediri berprofesi sebagai petani, tak sedikit pula petani muda yang sangat antusias dalam bidang pertanian. Hal tersebut didukung dengan sarana dan alat pertanian yang telah dimilik oleh para petani.
“Ada sekitar 100 unit alat pembuat pupuk organik yang mampu mendukung dalam hal pertanian,” terang Bupati Kediri.
Dengan alat-alat tersebut diharapkan mampu memproduksi pupuk yang dapat memenuhi kebutuhan para petani.
“Tak perlu ambil pupuk dari daerah lain, kita berdayakan para pertani untuk membuat pupuk sendiri dengan bahan baku kotoran ternak utamanya sapi,” jelasnya
Kabupaten Kediri selama ini telah surplus padi, setiap hari Jumat kami akan memberikan laporan data kepada Kementerian Pertanian berapa hektar padi yang panen dan jumlahnya berapa ton, sehingga akan tercatat dengan akurat berapa ton dalam kurun waktu 1 tahun.
“Tahun 2018 kita surplus 55 ribu ton padi. Petani kita hebat sudah surplus di tahun 2018 dan Kabupaten Kediri sudah swasembada beras,” ungkapnya.
“Atas bantuan alsintan ini saya ucapkan terimakasih, supaya dipelihara dengan sebaik-baiknya agar tidak rusak,” harapnya. (Kominfo)





