Kediri, ArahJatim.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri dalam melestarikan kekayaan tradisi semakin nyata. Melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), sebanyak 15 anggota Dewan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK3) masa jabatan 2026–2029 resmi dilantik di Ruang Sapta Pesona, Area Museum Sri Aji Joyoboyo, Selasa (10/3).
Langkah ini dipandang sebagai tonggak strategis untuk memperkuat pondasi kebudayaan di wilayah yang akrab dijuluki “Bumi Panji” tersebut.
Mitra Strategis Pemerintah dalam Perumusan Kebijakan
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Mohamad Solikin, menegaskan bahwa Kabupaten Kediri memiliki kekayaan sejarah yang luar biasa. Mulai dari peninggalan purbakala hingga seni budaya populer yang terus bertransformasi.
Menurutnya, DK3 bukan sekadar organisasi formal, melainkan mitra vital bagi pemerintah daerah.
“Pelantikan ini adalah langkah strategis. Dewan Kebudayaan memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam merumuskan arah kebijakan kebudayaan agar tetap relevan dan memiliki payung hukum yang kuat,” ujar Solikin.
Tiga Mandat Utama untuk Pengurus Baru
Dalam masa jabatan tiga tahun ke depan, Bupati Kediri menitipkan tiga tanggung jawab krusial kepada para anggota DK3 yang baru dilantik:
- Inovasi Program: Mengawal dan mengusulkan program pemajuan kebudayaan yang kreatif dan tidak monoton.
- Wadah Aspirasi: Menjadi jembatan bagi para seniman, budayawan, dan praktisi seni di Kediri untuk menyuarakan kreativitas mereka.
- Pelestarian & Pengembangan: Menjaga warisan budaya benda maupun tak benda agar tidak tergerus arus modernisasi.
Pemerintah berharap, kolaborasi antara DK3 dan Disparbud mampu menjadikan kebudayaan sebagai motor penggerak ekonomi kreatif dan daya tarik pariwisata daerah.
Fokus pada 10 Objek Pemajuan Kebudayaan
Ketua DK3 terpilih, Imam Mubaroq, menyatakan kesiapannya untuk langsung tancap gas. Ia menegaskan bahwa fokus kerja dewan periode ini akan mengacu sepenuhnya pada amanat undang-undang mengenai objek pemajuan kebudayaan.
“Fokus kami mencakup sepuluh unsur, mulai dari pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, permainan rakyat, ritus, seni, hingga bahasa. Anggota kami yang berasal dari berbagai unsur masyarakat akan mengkaji dan mengembangkan setiap potensi tersebut secara mendalam,” jelas Imam.
Dengan pelantikan ini, masyarakat Kediri menaruh harapan besar agar identitas budaya lokal tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi tetap hidup dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di masa depan. (das)










