Pengasuh Pesantren di Banyuwangi Siap Terapkan Konsep New Normal

oleh -
oleh

Masing-masing pesantren juga harus membentuk satgas penanganan Covid-19 di tingkat pesantren. Para santri juga harus mulai membiasakan diri dengan protokol kesehatan, seperti memakai masker, pembelajaran yang mengatur jarak, hingga pembiasaan mencuci tangan.

“Pesantren juga harus membentuk Satgas Penanganan Covid-19 dari unsur pengurus dan dewan asatidz yang telah dibekali dengan pelatihan dari Dinas Kesehatan maupun Puskesmas,” terang dokter Rio, sapaan karibnya.

Sementara itu,  Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwari Kertosari, KH.Ahmad Sidiq mengaku siap menerima santri baru dan santri lama sesuai dengan anjuran protokol kesehatan pencegahan virus corona.

pasang iklan_rev3

“Sudah ada panduan dari PCNU, dengan pertemuan ini kami malah lebih jelas dan faham. Apalagi juga langsung difasilitasi dan disampaikan langsung dari pihak yang berkompeten,” bebernya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas turut menegaskan syarat pesantren bisa dibuka kembali asalkan memenuhi protokol kesehatan sebagaimana konsep new normal yang disepakati.

“Kami tidak ingin ada klaster pesantren sebagai tempat penyebaran Covid-19 di Banyuwangi. Ini memerlukan disiplin dari semua pihak,” tegas Anas.

Dalam pertemuan tersebut, Anas juga mengapresiasi inisiasi PCNU Banyuwangi dalam mengumpulkan para pengasuh pesantren untuk menerapkan new normal.

“Terima kasih atas inisiatif NU. Saat ini, kita memang harus saling support dalam menangani Covid-19. Tidak mungkin, pemerintah bergerak sendiri,” ungkapnya.

Di ujung acara, para pengasuh, PCNU Banyuwangi, Bupati Banyuwangi dan Polresta Banyuwangi dan Askab Banyuwangi menyampaikan pernyataan sikap bersama. Pesantren siap menerapkan new normal dalam memulai aktivitas mendatang.

Hadir dalam pertemuan tersebut, tak kurang dari 35 pengasuh pondok pesantren. Di antaranya adalah KH. Zainullah Marwan, KH. Abdul Ghofar, KH. Ali Hasan Kafrawi, KH. Husaini Hafiz, KH. Ruchin Abi Hidayat, KH. Achmad Siddiq dan sejumlah gus dari pesantren-pesantren di Banyuwangi.

Sebelumnya, Bupati Banyuwangi juga menggelar pertemuan dengan tokoh ormas Islam, seperti Muhammadiyah, Al Irsyad, dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia. Juga Majelis Ulama Indonesia dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Banyuwangi, yang semuanya sepakat mendukung penerapan new normal dalam bidang keagamaan yang segera diberlakukan di Banyuwangi. (adv.hmsbwi/ful)

No More Posts Available.

No more pages to load.