Tulungagung, Arahjatim.com – Adanya cibiran terhadap Aliansi Masyarakat Tulungagung ( ALMASTA ), akhirnya justru berbuntut. Kalau dari skup lokal, PJ Bupati Tulungagung diharapkan Responsif terhadap dinamika yang terjadi, tidak tanggung tanggung, tokoh tokoh Almasta juga ke Jakarta , menuju kementerian dalam negeri republik Indonesia. Untuk agenda ke Kemendagri, meminta agar penunjukan PJ Bupati Tulungagung, Heru Suseno ditinjau ulang, bahkan harus dikoreksi total peranya selama delapan bulan menjabat.
Maulana, selaku korlap untuk menuju Jakarta, dirinya mengakui, kalau apa yang dilakukan dirinya bersama komponen masyarakat, termasuk LSM, dan para pegiat media itu, ingin menunjukkan keseriusan atas apa yang dilakukan, saat Almasta demo di dua tempat, kantor Pemkab dan kantor DPRD Tulungagung , 20/5/2024 lalu.
” Ini serius, apa yang terjadi di masyarakat, sangat merasakan itu. Kami dari LSM juga sama, tetapi mengapa hal ini dianggap tidak serius. Mulai dari ajakan dialog, tidak pernah terjadi, belum lagi para pembantu pembantu tugas PJ, malah jadi pembisik, yang menyatakan Alamsta ditunggangi sebuah kepentingan jelang pilkada. Tidak. Saya tegaskan tidak. Kami berdiri dgn tanpa sponsor, bahkan datang ke Jakarta ini kami biayai secara patungan “, ungkapnya dalam rilis yang disampikan ke media online Arahjatim.com, melalui jubirnya Arsony, yang sekaligus juga sebagai pegiat media nasional asal Tulungagung, Senen, 27/5/2024.
Seperti pernah dikabarkan media ini, bersamaan peringatan hari kebangkitan nasional, ratusan warga dari berbagai komponen masyarakat, melakukan demo, termasuk terkait masalah masalah ketidak tegasan PJ Bupati, terkait management kepemim pinan, yang selama ini dijalankan, masih ada dugaan kongkalikong ketidak netralan jelang pilkada, Ketidak seriusan menangani masalah pegawai bernarkoba dan masih banyak lagi, yang sebenarnya bisa dilakukan PJ Bupati, agar Tulungagung lebih baik lagi.
“Kalau sampai 10 hari kerja tidak ada respon dari Inspektorat Kementrian Dalam Negeri, maka kami Almasta akan turun jalan kembali dengan massa yang lebih besar di Pendopo Tulungagung”, tegasnya pada saat press release di depan Gedung Inspektorat Kementrian Dalam Negeri, Senin 27/5/2024.
Ditegaskan juga, penyebab masyarakat berani bergerak itu, adalah murni gejolak yang timbul dihati masyarakat, bukan sebuah rekayasa masalah yang sengaja kami buat buat, tambah Arsony, yang juga jubir dalam agenda ke Jakarta itu. ( don1 )










