Panjalu Djayati Nama Pendopo Kabupaten Kediri

oleh -

Kediri, ArahJatim.com – Jelang hari Jadi Pemkab Kediri yang ke-1217, pada tanggal 25 Maret  mendatang,  akan menjadi momen indah, karena Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab di panggil Mas Bup, akan memberi nama Pendopo Kabupaten dengan nama   Panjalu Djayati.

Penetapan nama Panjalu Djayati untuk  pendapa yang berlokasi di timur Alun-alun Kota Kediri tersebut dilakukan setelah melalui diskusi dengan sejumlah budayawan dan pelaku kesenian yang memahami sejarah. Baik sejarah Kabupaten maupun Kota Kediri.

“Jika membicarakan budaya, maka tidak bisa memisahkan kabupaten dan kota yang merupakan satu kesatuan,” ujar Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, Kamis (18/03).

Dari pemaparan hasil diskusi, ada empat nama yang diusulkan. Seperti nama Kameswara yang merupakan cikal bakal ceritera legenda Panji Bersama Ratu Kirana yang juga menyatukan Dhaha dan Jenggala. Kameswara dan Ratu Kirana saat ini banyak dikenal dengan nama Inukertapati dan Dewi Candrakirana. Hal itu berdasarkan Prasaati Cker 1104 saka atau 1182 masehi.

Kemudian ada nama Acalapati. Berdasarkan Bahasa Sansekerta dapat diartikan sebagai Paling Tinggi, yang merujuk pada keberadaan Gunung Kelud atau Kampud di Kediri. Ada juga nama Samarawijaya yang merupakan raja pertama kerajaan Panjalu pasca pembagian Kerajaan Kahuripan. Dan terakhir adalah nama Panjalu Jayati.

Bupati yang biasa disapa Mas Bup ini menjelaskan,  dari diskusi tersebut, pilihan nama jatuh pada Panjalu Jayati. Nama yang berarti Kediri Menang itu terpilih dari empat nama terakhir yang telah diusulkan.

“Sebenarnya ada banyak nama yang masuk, tapi setelah diskusi dengan teman-teman pegiat budaya dan sejarah yang paham, maka setelah dirumuskan namanya jatuh pada Pendapa Panjalu Jayati,” jelasnya

Nama Panjalu Jayati sendiri merupakan slogan yang terukir melintang pada bagian atas Prasasti Hantang. Mengandung arti Kerajaan Panjalu Berjaya. Panjalu Jayati juga mempunyai artian luas merupakan program untuk membawa kejayaan dari berbagai aspek bidang di wilayah Panjalu. Prasasti Hantang juga merupakan prasasti pertama yang diterbitkan oleh Sri Maharaja Mapanji Jayabaya pada tahun 1057 saka atau 1135 masehi.(das)