NK Perkasa Sakti, Benih Baru yang Bantu Petani Lawan Hama dan Kekeringan

oleh -
oleh

Kediri, ArahJatim.com — Menyambut musim kering yang mulai melanda berbagai wilayah Indonesia, Syngenta Indonesia resmi meluncurkan benih jagung hibrida terbaru “NK Perkasa Sakti” di Syngenta Learning Center, Kedungmalang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu (2/7/2015) 

Acara ini dihadiri lebih dari 500 petani serta sejumlah pejabat penting, termasuk Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Gunawan, SP, M.Si., dan Wakil Bupati Kediri, Dewi Maria Ulfa, S.T.

Peluncuran ini menjadi langkah strategis untuk membantu petani menghadapi tantangan pertanian di tengah perubahan iklim ekstrem, terutama kekeringan, serangan hama, dan tekanan gulma.

pasang iklan_rev3

Benih Canggih untuk Cuaca Tak Menentu

“NK Perkasa Sakti adalah solusi nyata dari Syngenta untuk musim kering dan iklim yang tidak menentu,” ungkap Nguyen Huy Cuong, Customer Business Manager Syngenta Indonesia. 

Benih jagung ini memiliki dua keunggulan utama tahan terhadap serangan penggerek batang (Asian Corn Borer) dan toleran terhadap herbisida glifosat.

Keunggulan ini memberikan tiga manfaat penting bagi petani yaitu mudah dalam perawatan, menguntungkan secara ekonomis, dan meningkatkan hasil panen

Dalam kondisi optimal, NK Perkasa Sakti mampu menghasilkan hingga 13,3 ton per hektar, lebih tinggi 5–10 persen dibanding varietas biasa.

Dukungan Pemerintah untuk Benih Unggul

Gunawan dari Kementerian Pertanian menyampaikan apresiasi kepada Syngenta atas kontribusinya terhadap pengembangan benih unggul. “Hingga kini, sebanyak 371 varietas jagung hibrida telah dilepas pemerintah, dan kami terus mendorong swasta untuk menciptakan varietas baru yang adaptif,” ujarnya.

Gunawan juga menyebut bahwa pada 2025, pemerintah menargetkan produksi jagung nasional sebesar 16,68 juta ton dari luas tanam 4,26 juta hektar, dengan alokasi bantuan benih untuk 300.000 hektar lahan.

Pengalaman Petani: Hasil Tinggi, Perawatan Ringan

Salah satu petani dari Jember, Abubakar, membagikan pengalamannya menanam NK Perkasa Sakti. “Tanamannya lebih sehat, lebih tahan terhadap ulat, dan gulma bisa dikendalikan dengan mudah. Hasil panennya jauh meningkat dibanding dulu yang hanya 4 ton per hektar,” katanya.

Wakil Bupati: Jagung adalah Nadi Kehidupan Kediri

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa menegaskan bahwa jagung adalah komoditas vital di daerahnya. “Jagung bukan sekadar tanaman pangan, tapi juga nadi kehidupan masyarakat Kediri,” ujarnya.

Data 2024 mencatat luas tanam jagung di Kabupaten Kediri mencapai 54.948 hektar dengan produksi 366.762 ton. Hingga Mei 2025, produksi jagung telah mencapai 103.407 ton. “Peluncuran ini bukan sekadar benih, tapi peluncuran harapan baru untuk pertanian yang lebih sejahtera,” tegas Dewi.

Ia juga menyambut baik kehadiran teknologi pertanian dan mendorong petani untuk berani melakukan diversifikasi produk jagung serta memanfaatkan teknologi digital seperti aplikasi peTani yang dikembangkan oleh Syngenta.

Komitmen Syngenta: Petani Maju, Pertanian Tangguh

Imam Sujono, Seed Marketing Head Syngenta Indonesia, menekankan pentingnya peran benih unggul dalam ketahanan pangan nasional. Selain menyediakan benih berkualitas, Syngenta juga aktif membuka pelatihan dan edukasi pertanian berkelanjutan melalui 24 Learning Centers di Indonesia dan platform digital peTani, yang kini telah digunakan lebih dari 50.000 petani.

“Dengan inovasi bioteknologi seperti NK Perkasa Sakti, kami ingin memastikan bahwa petani bisa tetap panen optimal, bahkan saat cuaca tak menentu,” tutup Imam. (das)

No More Posts Available.

No more pages to load.