Momen Hardiknas Diperingati dengan Tasyakuran Kelulusan Kejar Paket Secara Online

oleh -
Dengan tetap menerapkan physical distancing, Dinas Pendidikan Banyuwangi menggelar tasyakuran secara online atas berakhirnya Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) bersama Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) yang tersebar di Banyuwangi, sambil memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) secara online,Jumat (1/5/2020) petang. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, Arahjatim.com – Jika biasanya momentun Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap tahun selalu diperingati upacara di lapangan, namun tidak demikian untuk tahun ini. Karena saat ini masih pandemi virus corona, momentum Hardiknas di Banyuwangi diperingati dengan cara berbeda.

Agar tetap menjaga physical distancing atau jaga jarak fisik, Dinas Pendidikan Banyuwangi menggelar tasyakuran secara online atas berakhirnya Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) bersama, Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) yang tersebar di Banyuwangi, Jumat (1/5/2020) petang.

Secara serentak, seluruh peserta kejar paket A, B dan C yang tersebar di setiap kecamatan mengikuti tasyakuran melalui layar laptop maupun handphone masing-masing dengan dipandu petugas Dinas Pendidikan setempat. Pada momentum Hardiknas tahun ini, seluruh peserta kejar paket dari berbagai usia dan kalangan diajak untuk terus bersemangat menempuh pendidikan tanpa mengenal usia maupun apa profesinya.

Sekitar 1.700 peserta kejar paket di Banyuwangi adalah mereka yang memiliki profesi bermacam-macam. Mulai dari tukang kebun, penjaga toko, guru mengaji hingga ibu rumah tangga. Dengan kemudahan mengakses pendidikan di era modern ini, diharapkan semangat dari peserta paket yang telah usai menempuh pendidikanya ini bisa menular ke masyarakat lain yang belum memiliki ijazah.

“Iya ini tasyakuran online kelulusan para peserta ujian kejar paket. Meski di tengah pandemi begini, dengan fasilitas yang ada alhamdulillah kita tetap bisa merayakan kelulusan dengan acara yang positif. Ini juga untuk memperingati Hardiknas tanggal 2 Mei,” kata Sari Oktaviani, peserta tasyakuran online.

Sembari menunggu waktu berbuka puasa tiba, dipimpin ustaz seluruh peserta juga diajak berdoa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas suksesnya mengikuti ujian kejar paket A, B dan C atau setara SD, SMP hingga SMA secara online dengan lancar. (Foto: arahjatim.com/ful)

Dalam tasyakuran online ini, seorang ustaz juga didatangkan untuk mengisi siraman rohani kepada seluruh peserta kejar paket secara online. Sembari menunggu waktu berbuka puasa tiba, seluruh peserta juga diajak berdoa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas suksesnya mengikuti ujian kejar paket A, B dan C atau setara SD, SMP hingga SMA secara online dengan lancar.

Para pengajar dan peserta juga berdoa bersama agar pandemi Covid-19 segera berlalu, agar dunia pendidikan kembali bisa ditempuh secara normal. Waktu berbuka puasa tiba, para pengajar maupun peserta bersiap untuk menyantap menu buka puasa. Dalam tasyakuran ini, menu yang dihidangkan di setiap kecamatan sama, yakni menu ayam ingkung.

“Sebelumnya kita sudah menggelar ujian kejar paket secara online. Meski masih pandemic, layanan pendidikan tetap jalan dengan pemanfaatan teknologi. Kita tetap menerapkan physical distancing saat ujian. Peserta kita kirimi soal melalui WA lalu soal dikerjakan dan hasilnya bisa juga dikirim melalui WA atau aplikasi lainnya. Ini efekif, karena peserta kejar paket tidak perlu datang ke kelas untuk melaksanakan ujian,” jelas Nuriyatus Sholeha, Kabid Pendidikan Masyarakat Dispendik Banyuwangi. (ful)