Tulungagung, Arahjatim.com – Nampaknya apa yang pernah disampaikan kepala ATR/BPN Tulungagung, dalam sebuah pemberitaan di media Nasional beberapa waktu lalu, memicu reaksi ketua LSM Bintara Tulungagung. Ketua Bintara Center, R.Ali Sodik, merasakan, apa yang dilakukan kepala ATR/BPN Tulungagung itu, terlalu berlebihan.
Menurut R.Ali Sodik, dalam pres rilisnya kepada media, termasuk Arahjatim.com, Kepala Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Tulungagung Melakukan Statemen di salah satu media beberapa hari yang lalu tentang LSM Menggangu Program PTSL Di Tulunggung.
” Ini tidak bisa dibiarkan. Saya pertanyakan balik kepada Kepala ATR/BPN , dasarnya apa,? Kalau dia menyampaikan tentang LSM, kan tidak semua LSM bisa ” digebyah uyah ” seperti pernyataanya itu. Satu jelek, semua dicap jelek ” ungkap Gus Ali Sodik dalam pres rilisnya itu.
Seperti yang dimaksud ketua LSM Bintara, ada ungkapan yang menyatakan, LSM Menggangu Program PTSL Di Tulunggung.
Padahal menurut Gus Sodik, pihaknya juga punya data terkait hal hal yang menyulitkan masyarakat itu, contohnya, juga masih ada praktek, bahwa ada oknum BPN yang selalu minta fasilitas dalam pengurusan PTSL .
” Kepala BPN saya Tantang terbuka tentang Penggunaan disampaikan biaya yang diminta mengurus PTSL di atas Rp 150.000 dasarnya apa dan penggunaanya ” tambah ketua LSM Bintara Tulungagung.
Kami berharap, kawan kawan kades jangan mudah diperas atau dimintai sejumlah uang yang katanya jutaan, oleh yang mengaku LSM.
Kalau tidak salah,para kades tidak usah takut. Bintara juga pernah melakukan pulbaket atas pengaduan masyarakat , terkait besarnya biaya sertifikat. Dasar yang dipakai infonya yang dipakai Kepala Desa dan Panitia PTSL ,adalah arahan FORKOPIMDA . Setelah dicek langsung ke BUPATI dan SEKDA, ternyata tidak ada arahan tentang mengurus PTSL bisa di atas Rp 150.000 di Tulungagung.
Sementara timbulnya polemik terkait masih belum tercapainya target PTSL, dan peran oknum LSM ditengarai menjadi salah satu sebabnya, tim Arahjatim.com, Kamis, 4/1/2024, melakukan konfirmasi dan klarifikasi terkait hal tersebut kepada Kepala ATR/BTN Tulungagung, Ferry Saragih ,belum bisa ditemui. Menurut Staffnya ,Fajar, pimpinan belum bisa ditemui, karena ada rapat.
“Mohon maaf, beliaunya masih ada rapat dengan Bapak kakanwil bersama kepala-kepala se-Jatim,” terang Fajar, staf Kantor ATR/BPN Tulungagung. (don1).












