Liburan Di Banyuwangi, Anggota Wantimpres Saksikan Ritual Adat Sampai Siap Ke Kawah Ijen

oleh -
oleh
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Suharso Monoarfa bersama keluarga disambut Bupati Abdullah Azwar Anas setibanya di Banyuwangi. (Foto: arahjatim.com/hmsbwi/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Suharso Monoarfa bersama keluarga menikmati libur Lebaran di Banyuwangi. Ia mengajak istri, ketiga anaknya, ibunda dan beberapa keponakannya.

Setibanya di Bandara Internasional Banyuwangi, Sabtu (8/6/2019) siang, Suharso langsung disambut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sembari menikmati makan siang di Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Suharso menikmati menu khas Banyuwangi yang disuguhkan, di antaranya nasi tempong, rujak soto, dan pecel pitik.

“Saya banyak dapat cerita tentang kemajuan Banyuwangi, jadi saya ingin melihatnya,” ungkap Suharso Monoarfa.

pasang iklan_rev3

Seusai makan siang, Suharso menikmati panorama Selat Bali di Pantai Solong, tepatnya di Villa Solong. Mereka tampak duduk-duduk santai di hamparan rerumputan hijau dan nenaungan daun nyiur di salah satu vila yang ada di bibir pantai tersebut.

“Di sini, enaknya sambil makan ketan dan menikmati secangkir kopi,” kata Anas.

Suharso tampak tertarik untuk bermalam di Vila Solong. Begitu juga dengan rombongannya yang terlihat antusias berlarian di areal rerumputan. Sayangnya, vila tersebut sudah penuh dipesan wisatawan hingga sepekan ke depan.

Selesai menikmati panorama Selat Bali, Suharso menyaksikan ritual adat Tari Seblang di Desa Olehsari, Glagah. Ritual adat yang telah digelar sejak ratusan tahun silam itu digelar setiap awal bulan Syawal dan selalu dibanjiri ribuan pengunjung.

Rombongan keluarga Suharso Monoarfa diagendakan berlibur di Banyuwangi selama empat hari. Dari Sabtu siang hingga Selasa (11/6/2019) mendatang. Mereka bakal menginap di sebuah hotel di kaki Gunung Ijen.

Seusai bersantap siang, ditemani Bupati Anas, Suharso dan rombongan menikmati panorama Selat Bali di Pantai Solong. (Foto: arahjatim.com/hmsbwi/ful)

“Rencananya, jika cuacanya tidak hujan, kita bakal melihat Kawah Ijen,” ungkap Suharso.

Kawah Ijen yang dikenal dengan fenomena api birunya yang telah mendunia tersebut memang menjadi daya tarik wisatawan. Tak hanya wisatawan nusantara, wisatawan mancanegara pun mengetahuinya.

“Keluarga juga ingin menikmati kuliner lokal dan membeli oleh-oleh dari para perajin batik, makanan ringan, serta kerajinan Banyuwangi,” pungkas Suharso. (adv.hmsbwi/ful)

No More Posts Available.

No more pages to load.